Otak Motorik Hancur da...

Otak Motorik Hancur dan Tak Bisa Bicara, Yuk Bantu Alif Sembuh!

Ukuran Teks:

Kondisi Alif terungkap setelah diagnosis medis yang mengejutkan: kerusakan parah pada otak motoriknya. "Kemarin itu kata dokter, otak motoriknya hancur," tutur Ita dengan nada getir, saat menerima kunjungan dari tim berbuatbaik.id di kediaman mereka. Diagnosis ini menjadi pukulan berat bagi keluarga yang selama ini berjuang memahami apa yang menimpa putra mereka.

Alif dilahirkan dalam kondisi normal, tanpa tanda-tanda masalah kesehatan serius, layaknya kakak dan adiknya. Namun, pada usianya yang baru menginjak 26 hari, sebuah insiden mendadak mengubah segalanya. Alif tiba-tiba mengalami batuk parah yang diikuti dengan kondisi tubuh membiru, sebuah pemandangan yang tentu saja sangat mengkhawatirkan.

Kejadian tersebut mengharuskan Alif menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama empat hari. Setelah kondisinya membaik, Alif diizinkan pulang. Kala itu, keluarga belum menaruh kecurigaan serius terhadap perkembangan jangka panjang dari insiden tersebut, menganggapnya sebagai episode sakit biasa yang berhasil diatasi.

Namun, kecurigaan mulai muncul saat Alif berusia tiga bulan. Perkembangan motoriknya tidak menunjukkan kemajuan yang semestinya. Pada usia tersebut, bayi seharusnya mulai bisa tengkurap, namun Alif tidak menunjukkan kemampuan itu. Tangannya mulai terbuka secara tidak terkendali, sementara kakinya justru menendang dengan kekuatan yang tidak biasa.

Periode setelahnya diwarnai dengan kunjungan bolak-balik ke berbagai rumah sakit. Keluarga berupaya keras untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan terapi yang tepat bagi Alif. Setiap kunjungan membawa harapan baru, namun juga diiringi dengan ketidakpastian yang mendalam.

Ita mengungkapkan bahwa hingga kini, penyebab pasti kerusakan otak Alif masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Ia menekankan bahwa Alif tidak pernah mengalami jatuh atau kecelakaan serius yang bisa menyebabkan trauma kepala. Demikian pula, Alif tidak pernah menderita sakit parah yang mengharuskannya dirawat inap dalam waktu lama sejak dini, kecuali insiden di usia 26 hari.

Kerusakan pada otak motorik Alif ternyata tidak berdiri sendiri. Kondisi ini secara progresif berdampak pada fungsi organ tubuh lainnya. Salah satu komplikasi serius yang dialami Alif adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh jamur, sebuah kondisi yang diperparah oleh kesulitan dalam menuntaskan konsumsi obat-obatan secara teratur.

Saat ini, Alif sangat bergantung pada alat penghisap lendir. Alat vital ini berfungsi untuk membantu mengeluarkan dahak yang sering kali menumpuk di saluran pernapasannya. Selang penghisap lendir ini dipasang langsung di tenggorokan Alif, dan setiap kali ia batuk, sebuah alat pompa (suction pump) digunakan untuk menyedot dan membersihkan lendir.

Otak Motorik Hancur dan Tak Bisa Bicara, Yuk Bantu Alif Sembuh!

Penggunaan alat tersebut membawa perubahan signifikan pada ekspresi Alif. "Sejak dipasang Alif nggak pernah senyum atau ketawa, padahal dulu sering," kenang Ita dengan mata berkaca-kaca. Ia menceritakan bagaimana Alif dulunya sering tersenyum, terutama saat kakaknya datang dari Kalimantan, atau ketika ada orang baru berkunjung, dan saat berkumpul bersama keluarga.

Pemasangan alat penghisap lendir ini menjadi keharusan setelah Alif kembali dirawat inap pada Senin, 10 November 2025. Hasil diagnosa kala itu menunjukkan adanya flek dan jejak infeksi pada paru-parunya, mengakibatkan organ vital tersebut tidak dapat berfungsi secara maksimal. Ketidakmampuan Alif untuk mengeluarkan dahak sendiri akibat infeksi inilah yang mendasari keputusan pemasangan suction pump.

Di tengah segala keterbatasan dan tantangan medis, orang tua Alif terus merawat putra mereka dengan kasih sayang yang tak terbatas. Ita, yang tak pernah jauh dari Alif sejak putranya mulai sakit, masih menyimpan secercah harapan. Ia memimpikan Alif bisa pulih dan tumbuh layaknya anak-anak lain, menikmati masa remajanya yang seharusnya diisi dengan kegiatan sekolah dan berbagai aktivitas sosial.

"Harapannya biar sembuh, tidak apa-apa masih terus dirawat yang penting dia sehat," ujar Ita, menunjukkan keteguhan hatinya. Ia menambahkan bahwa mereka hanya bisa mengikuti setiap jalan yang disarankan oleh tim medis. Dari dokter, tidak ada lagi tindakan kuratif yang bisa dilakukan, hanya perawatan paliatif dan kontrol rutin setiap bulan untuk memantau kondisinya.

Namun, menjalankan perawatan intensif bagi Alif bukanlah perkara mudah, terutama dari segi finansial. Kebutuhan Alif yang mendasar dan terus-menerus membebani keluarga pra-sejahtera ini. Alif membutuhkan popok sekali pakai ukuran besar yang satu pak isi 26 buah bisa habis dalam waktu tiga hari.

Selain itu, setiap hari dibutuhkan dua botol air infus steril untuk membersihkan selang suction pump. Kebutuhan akan asupan susu khusus dan vitamin juga menjadi prioritas yang tak bisa diabaikan untuk menunjang kesehatan dan pertumbuhannya. Seluruh kebutuhan ini jelas membutuhkan biaya yang tidak sedikit, jauh di atas kemampuan penghasilan keluarga yang serba terbatas.

Oleh karena itu, uluran tangan dan kepedulian dari sesama sangat berarti bagi kelangsungan perawatan Alif dan kelangsungan hidup keluarganya. Bantuan dari masyarakat dapat meringankan beban berat yang dipikul orang tua Alif, memungkinkan mereka untuk terus memberikan perawatan terbaik demi putra tercinta.

Sumber: news.detik.com

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan