Ketua Perkumpulan Forum Petani Vanilla Indonesia, Abu Darin
>

KORANNASIONAL.COM–Tak hanya di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, budidaya tanaman vanilla juga diminati para petani dari berbagai daerah lainnya di Indonesia. Pasalnya, vanilla dapat tumbuh di sembarang tanah, dan hasil panennya sangat menjanjikan dan menguntungkan.

Seperti diketahui, vanilla adalah tanaman yang menghasilkan rempah bubuk vanili yang aromanya harum dan bisa digunakan untuk membuat kue, serta dapat pula dijadikan aroma essential oil, kosmetik, farmasi, dll.

Abu Darin merupakan salah satu petani yang fokus di budidaya vanilla berskala besar di kampung halamannya, di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.

“Menjadi petani vanilla atau vanili tak hanya menjanjikan dari sisi bisnis, tapi terbukti dapat meraih keuntungan yang cukup,” ungkap Abu Darin yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Perkumpulan Forum Petani Vanilla Indonesia (PFPVI) di Webinar Inspirasi Bisnis Intani seri ke-48, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, meskipun negeri ini dilanda pendemi Covid-19 dan diberlakukan PPKM darurat, namun nyatanya hasil panen vanila di berbagai daerah bahkan hingga pelosok gunungpun terserap di pasaran dan mudah terjual. Terlebih vanilla lokal yang dibudidaya oleh para petani di berbagai daerah di Indonesia merupakan vanilla terbaik dan sangat berkualitas.

“Bersyukur negeri kita memiliki iklim tropis, sehingga memudahkan untuk budidaya vanilla. Kualitasnya pun luar biasa, bagus banget kualitas vanilla Indonesia, tidak kalah dengan negara lain, kecuali dengan negara Madagaskar,” ungkapnya.

Meski dimudahkan dalam hal budidaya, namun Abu Darin tetap memandang perlu perhatian dari pemerintah. Tak hanya membina petani agar meningkatkan kualitas vanilla, tetapi juga menjadi bapak asuh, agar para petani vanilla tidak ketergantungan dengan para tengkulak.

Dipaparkan Abu Darin, kenapa petani vanilla butuh peran pemerintah? karena tingkat kebutuhan petani beragam, sementara para tengkulak hanya ingin yang serba instan. Disaat petani memerlukan uang untuk biaya hidupnya, godaanpun muncul agar menjual tanaman vanilanya yang belum cukup umur. Akibatnya kualitas vanilla terabaikan.

“Itu yang terjadi di lapangan. Banyak petani yang mengabaikan kualitas dari hasil tanamnya, karena memerlukan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” ucapnya.

Realita itulah yang membikin miris, “Padahal jika ingin vanilla lokal menjadi nomor satu di dunia, kuncinya hanya satu, yaitu vanilla yang dibudidaya harus panen tua,” ujarnya.

Lantaran itu, Abu Darin meminta kepada pemerintah pusat agar membuat aturan tegas yang mengatur usia vanilla, layak panen dan layak dijual. Salah satu tujuannya untuk menjaga kualitas vanilla lokal, sehingga menjadi yang terbaik di dunia.

“Melalui webinar ini saya meminta pak Guntur Subagja (Ketum Intani) agar dapat menyampaikan aspirasi kami, para petani vanilla. Kami ingin adanya Keppres Panen Tua,” harapnya.

Apabila telah memiliki peraturan tersebut, Abu Darin optimistis para petani vanila tidak lagi menjual hasil panennya di usia muda kepada para tengkulak atau pengepul.

“Saya yakin tengkulak dan pengepul vanila usia muda tidak ada lagi, apabila peraturan berupa Keppres tersebut telah dibuat oleh bapak Jokowi,” ujarnya.(amr)

LEAVE A REPLY