Dedi Gumelar dan Pradi Supriatna
>

KORANNASIONAL.COM–Dua politisi dari partai politik berbeda, yaitu mantan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna dan mantan Anggota DPR RI Dedi ‘Miing’ Gumelar dipertemukan dalam forum seminar yang pesertanya didominasi oleh para petani.

Ternyata Miing dan Pradi cukup menguasai berbagai persoalan strategis di sektor pertanian. Bahkan keduanya sangat antusias mengikuti web seminar (webinar) Inspirasi Bisnis ke-34 bertajuk ‘Bertani Polikultur, Cetak Cuan Mingguan’ yang digelar Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) pada Rabu (4/8/2021).

“Saya seneng mengikuti webinar Intani, nambah ilmu. Lagian untuk mengisi hari tua, saya memang ingin jadi petani. Saya punya fashion sebagai petani, sejak kecil saya sudah berhuma dan berladang ” kata Miing.

Seperti di webinar sebelumnya, Miing pun kembali memaparkan persoalan pertanian dari perspektif budaya, penekanannya di karakter dan perilaku (attitude). Karena menurutnya pertanian merupakan manifestasi dari budaya dan peradaban.

Miing pun mencontohkan perilaku budaya yang dimaksudnya. “Saat berkunjung ke daerah, waktu masih anggota dewan, saya geregetan mendengar curhatan ibu-ibu. Mereka protes harga cabe mahal, dan marah-marah ke pemerintah. Tapi saya melihat halaman rumahnya luas, tidak ditanamin apa-apa, dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Menurut Miing, perilaku seperti itu salah secara budaya atau peradaban. Jika pekarangan rumahnya dimanfaatkan untuk menanam cabai atau sayur mayur, protes keras ibu-ibu tersebut tidak akan terjadi, dan tidak lagi merengek kepada pemerintah atau kepada siapapun.

Dicontohkan pula, saat seseorang meminjam uang ke perbankan. Pihak bank tentunya tidak langsung menyetujui pinjaman, terlebih dahulu ditelusuri data dan rekam jejak calon nasabahnya, salah satu yang dinilai adalah perilaku atau attitude.

“Pinjam uang di Australia jaminannya bukan sertifikat tanah, tetapi surat izin mengemudi. Kalo SIM-nya bolong, tidak dipercaya oleh bank. Itulah pentingnya berperilaku baik, berkarakter,” kata mantan pentolan grup lawak Bagito ini.

Berbeda dengan Miing, di webinar series ini Pradi Supriatna memberikan wejangan terkait pentingnya pertanian dikelola dengan baik oleh stakeholder pertanian, agar sektor ini tidak hanya menopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi mesin penggerak perekonomian nasional.

Diakui Pradi, Kota Depok memang tidak mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pertanian. PAD-nya justru lebih banyak dari sektor pajak. Pasalnya luas wilayah Depok hanya sekitar 210 kilometer, penduduknya mencapai 2,3 juta jiwa.

Meski Depok wilayah perkotaan dan hanya 10 persen ruang terbukanya, namun Depok juga berkontribusi dalam memajukan sektor pertanian. Menurutnya, masyarakat Depok cukup banyak yang memanfatkan pekarangan rumahnya menjadi ruang terbuka hijau (urban farming), serta menanam pohon produktif dan sayur mayur.

Bahkan diungkap Pradi, ada beberapa sahabatnya di Depok yang sukses mengelola usaha tani, di antaranya sebagai petani alpukat, tanaman hias dan peternak ikan lele.

“Di Depok ada alpukat tahan ulat, sangat dikenal, namanya alpukat miki. Ada juga peternak lele yang bisa menjual 5 sampai 6 ton per hari. Silahkan kawan-kawan Intani melihat langsung, saya siap mendampingi,” demikian Pradi.(amr)

LEAVE A REPLY