TAMBAK MILENIAL: Staf Khusus Wakil Presiden RI, Dr Lukmanul Hakim, didampingi Asisten Staf Khusus Wapres Guntur Subagja Mahardika dan Dhika Yudistira, memantau dashboard digital untuk melihat proses budidaya di tambak Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPAP) Situbondo, Rabu (23/6/2021).
>

KORANNASIONAL.COM–Staf Khusus Wakil Presiden RI Dr Lukmanul Hakim menindaklanjuti arahan Wakil Presiden RI untuk mempercepat pemulihan ekonomi kerakyatan di tengah pandemi covid-19. Salah satunya, mendorong Tambak Milenial Budidaya Udang Vaname menjadi salah satu model ekonomi kerakyatan nasional yang dapat mencetak lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Model budidaya udang yang dikembangkan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPAP) Situbondo – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini menerapkan teknologi budidaya modern (smart farming) berbasis teknologi informasi (IoT / Internet of Thing) yang menarik generasi muda menjadi petambak.

“Kami menindaklanjuti arahan Wakil Presiden mengakselerasi ekonomi kerakyatan, antara lain mengembangkan sea farming seperti tambak milenial ini”ungkap Dr Lukmanul Hakim saat kunjungan kerja ke Tambak Milenial BPAP Situbondo, bersama Asisten Staf Khusus Wapres Guntur Subagja Mahardika dan Dhika Yudistira, Rabu (23/6/2021).

Kunjungan Stafsus Wapres di BPAP Situbondo diterima Plt Kepala BPAP Situbondo, Manijo dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi.

Lukmanul Hakim mengajak intansi terkait berkolaborasi mengembangkan tambak milenial sebagai salah satu program mempercepat pemulihan ekonomi nasional. “Secara ekonomi usaha tambak milenial dapat menarik investor dan pembiayaan perbankan, juga dapat dikustomisasi untuk tambak rakyat secara komunal dengan skema KUR, bahkan bisa dikembangkan dengan skema wakaf produktif,” paparnya.

Kepala Dinas Perikanan Sopan Efendi menyampaikan akan menduplikasi dan mengadopsi teknologi yang dikembangkan BPAP Situbondo.

Manijo dan Wendy Prabowo dari BPAP Situbondo memaparkan inovasi teknologi tambak milenial yang dapat meningkatkan produksi udang tinggi.

Pertama, wadah tambak bundar, fleksible, dapat dibongkar pasang. Kedua, memanfaatkan teknologi berbasis industri 4.0 (automatic feeder, water quality monitoring, nanobubble, oksigen murni) yang dilengkapi aplikasi budidaya berbasis data (smart farming). Ketiga, menerapkan central drain, sistem manajemen air dan pakan serta Instalasi Pengolah Air Limbah sehingga dampak limbah budidaya dapat dikelola dan diminimalisir. “Semua proses budidaya dapat dimonitor di dasbor digital,” ujar Wendy.

Manijo mengungkapkan saat ini BPAP Situbondo menjadi sarana edukasi dan pelatihan bagi generasi muda yang berminat tambak udang.(*/kn)

LEAVE A REPLY