Antusias: Masyarakat dan santri saat melakukan praktek mengurus jenazah di Mushalla Pondok Pesantren Misbahussudur, Poreh Karang Penang Sampang).
>
Antusias: Masyarakat dan santri saat melakukan praktek mengurus jenazah di Mushalla Pondok Pesantren Misbahussudur, Poreh Karang Penang Sampang).

KORANNASIONAL.COM – Komunitas Peduli Kampung Halaman (KPKH) menggelar pelatihan tata cara mengurus jenazah. Hal itu dilakukan agar menjadi pendoman bagi regenerasi pemuda, sehingga tidak tergerus oleh perkembangan teknologi informasi.

Kegiatan sosial itu dilaksanakan di Pondok Pesantren Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Misbahussudur, Dusun Kombangan, Desa Poreh, Karang Penang Sampang, Senin (14/6/21).

Ketum Umum KPKH Khumaidi Alfauri mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang fardhu kifayah dan pengurusan janazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan mengubur, hingga bagaimana takziyah menurut Rosulullah.

“Kami mencoba memberikan pandangan baru kepada masyarakat terutama kaum pemuda tentang bagaimana mengurus jenazah, yang idealnya seperti yang dilakukan oleh Rasulullah,” kata Mantan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Menurut Khumaidi, kegiatan ini merupakan program bidang pendidikan yang melibatkan dua dusun di desa poreh yaitu dusun Kombangan dan dusun Poreh Oloh yang dilakukan secara bertahap.

“Kegiatan ini bartahap 12 dan 3 salah satu tujuan program ini gelar mengingat petugas kifayah yang sudah banyak meninggal dan sebagian sudah sepuh,” ujar Alumni Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan itu.

“Sedikitnya atau langkanya masyarakat yang memiliki kemampuan memandikan jenazah, dan mengkafani maka, dianggap perlu mengadakan pelatihan pengurusan jenazah di dua dusun tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Penanggung jawab II KPKH K. Mohammad Zayyadi Khosen mengatakan program ini salah satu bagian penting dalam agama islam yang hukumnya fardhu kifayah.

“Dalam satu wilayah harus ada yang memiliki kemampuan mengurus jenazah. Ini penting terutama bagi anak muda,” kata Mohammad Zayyadi Khosen sekaligus ketua yayasan pondok pesantren Misbahussudur.

Hal senada juga diungkapkan oleh Penasehat KPKH KH. Yasir Arafat, bahwa memandikan janazah adalah kewajiban kifayah. Jika bisa maka termasuk dalam sebagian yang melaksanakan kewajiban.

“Itu artinya kita memiliki anugerah lebih dalam, serta menolong sesama khusus keluarga kita sendiri,” ujar mantan kepala desa Poreh yang sekarang aktif membina masjid Sumber Penang itu.

Dalam kesempatan itu hadir diantaranya Penasehat KPKH KH. Yasir Arafat, Pembina KPKH K. Mohammad Zayyadi Khosen, Kepala Sekolah SMPI Mawardi, Ketua Umum KPKH Khumaidi Alfauri, Wakil Ketua Umum KPKH Rofiqi, dan Bendahara KPKH Hermanto.

Khumaidi menyampaikan rasa terimakasih kepada pengurus, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir karena acara tersebut berjalan sukses dan lancar.

“Kami sangat berterimakasih kepada tokoh masyarakat, para kiyai, warga, khususnya pengurus KPKH, juga Mas Uud dari Staf Kemendes yang telah mensupport kegiatan ini,” tandas Ketua Umum KPKH Khumaidi Alfauri. (ud/ed).

LEAVE A REPLY