Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (foto: Instagram/luhut.panjaitan).
>
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (foto: Instagram/luhut.panjaitan).

KORANNASIONAL.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan agar delapan pelabuhan besar di Indonesia masuk ke Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE). Hal itu menyusul diluncurkannya proyek percontohan platform Ekosistem Logistik Batam (Batam Logistic Ecosystem/BLE).

“Kami sepakat bahwa setelah ini jalan, langsung kita upayakan tahun ini delapan pelabuhan di Indonesia juga kita masukkan sistem ini,” kata Menko Luhut pada peluncuran Batam Logistic Ecosystem (BLE), yang juga ditayangkan secara daring, Kamis (18/3/21).

Ke delapan pelabuhan itu di antaranya Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Patimban (Jawa Barat), Tanjung Emas (Jawa Tengah), Tanjung Perak (Jawa Timur), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Belawan Medan (Sumatera Utara). “Ada delapan pokoknya. Itu kita mau tahun ini jadi. Pokoknya kita bisa. Siapa yang menghalangi kita buldozerin,” tegasnya.

Menko Luhut menuturkan ekosistem logistik yang terintegrasi merupakan upaya pemerintah untuk bisa lebih efisien sehingga mampu bersaing secara global. Ia menyebut biaya logistik di Indonesia mencapai 23,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara biaya logistik Malaysia hanya sekitar 13 persen terhadap PDB mereka.

Menurutnya, dengan selisih yang sekitar 10 persen itu, investor tentu akan berpikir dua kali untuk masuk dan menanamkan modal di Indonesia. Oleh karena itu, upaya untuk menekan biaya logistik terus dilakukan pemerintah.

“Masak itu bedanya hampir 10 persen. Itu kan cost. Anda bayangin, kalau perdagangan itu banyak, beda 10 persen selisihnya, ngapain datang ke Indonesia untuk investasi? As simple as that (sesederhana itu) saja,” kata Menko Luhut.

BLE merupakan bagian dari sistem ekosistem logistik nasional (NLE) yang berfungsi merapikan dan menyederhanakan proses bisnis melalui layanan pemeriksaan terpadu dengan single submission, layanan pelabuhan dan perizinan. (ud/ed).

LEAVE A REPLY