Mohammad Idris bertemu Habib Rizieq Shihab pada 13 November lalu
>

DEPOK – Kesehatan menjadi nomor satu di tengah pendemi Covid-19. Membiasakan dan mewajibkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan merupakan salah satu kunci memutus penyebaran virus corona.

Itu yang acap dilantunkan petahana Walikota Depok Mohammad Idris. Ketua Gugus Tugas Kota Depok itu acap mengingatkan warganya untuk hidup disiplin demi memerangi virus corona.

Namun, ironisnya, Idris sendiri yang melanggar peraturannya. Idris yang maju sebagai calon Wali Kota Depok malah berada di kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat. Dia bertemu Habib Rizieq Shihab pada 13 November lalu.

Dari video yang beredar di media sosial, Idris dan Rizieq tampak tidak mengenakan masker. Bahkan mereka bercengkerama sambil berpelukan. Hingga akhirnya duduk bersebelahan tanpa jarak.

Rizieq terlihat menggunakan baju gamis berwarna putih, sementara Idris menggunakan baju kemeja ptih, celana bahan warna hitam, dan peci warna hitam.

Pada 25 November Idris dinyatakan positif Covid-19 dan hingga kini masih dirawat di RSUD Kota Depok. Saat bersamaan Rizieq masuk rumah sakit UMMI Bogor, Jawa Barat. Sejauh ini hasil test swab Rizieq mengundang polemik karena dia tidak ingin diketahui masyarakat.

“Bagaimana Covid-19 di Depok bisa diatasi, kalau walikotanya saja melanggar peraturannya sendiri,” kata Edi Sulistyo, warga RW 07 Kelurahan Pondok Jaya.

“Videonya jelas, Idris tidak pakai masker, bersalaman, berpelukan. Wajar kalau kena Covid-19. Itu contoh yang tidak baik untuk warganya. Sementara dia getol banget ingatin warga untuk jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan,” umpatnya.

Senada dengan Firmansyah warga Pasir Putih, Kecamatan Cipayung, Depok. Pria yang seharinya bekerja sebagai driver online ini mengaku kecewa melihat Walikota Depok bercengkerama dengan Rizieq tanpa ada jarak.

“Sebagai pejabat seharusnya Idris tetap menjaga protokol kesehatan. Jangan cuma bisa minta warga patuh pada protokol kesehatan tapi dia sendiri abai,” tukasnya.*

LEAVE A REPLY