>

www.korannasional.com-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong Setu Babakan, Jakarta Selatan menjadi destinasi wisata khas Betawi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menjelaskan Ibu Kota memiliki potensi yang besar sebagai salah satu pusat destinasi pariwisata di Indonesia. Hal ini ditopang oleh keberadaan beberapa tempat seperti Kepulauan Seribu di daerah utara, Kota Tua di dekat pusat kota, dan Setu Babakan di selatan.

“Kita bisa integrasikan, ada hutan kota, ada pulaunya sendiri, dan [pusat kebudayaan betawi]. Pengembangan ini, saya minta sebagai pusat pariwisata,” kata Sandi, Sabtu (3/3/2018).

Dia menambahkan akan merangkul kegiatan One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (OK OCE) untuk meningkatkan potensi Setu Babakan sebagai pusat kebudayaan Betawi. Adapun yang dilakukan, yakni memfasilitasi pedagang khas budaya betawi seperti kuliner dan pernak penik lainnya.

“Kita memastikan bahwa ini menjadi magnet bagi usaha rakyat, ekonomi mikro yang ingin kita bangun,” ungkapnya.

Menurutnya, hal yang bisa dikembangkan di Setu Babakan ini yakni menghadirkan pusat pariwisata bernuansa Betawi tempo dulu. Adapun hal ini ditunjang oleh banyaknya pepohonan, kuliner, dan lahan yang luasnya sekitar 3,2 hektare.

“Di sini masih berasa nuansa betawi walaupun perlu ditingkatkan lagi. Karena kalau dari segi infrastruktur itu ada, dari segi seni budaya ada. Akan tetapi interaksi sosial dari masyarakat ini yang harus kita tingkatkan ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk mendukung Setu Babakan menjadi daerah pariwisata khas betawi, anggota OK OCE akan mendapatkan kesempatan untuk berdagang di sana dalam beberapa momen ke depan. Salah satunya, yakni kegiatan Gerakan Wirausaha Keluarga Harapan OK OCE (GWKH OK OCE) yang diadakan di Setu Babakan pada 3–4 Maret 2018. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO), dan Jaringan Wirausaha OK OCE Indonesia Raya (JWO RAYA).

Ketua PGO, Faransyah Jaya, menjelaskan program ini sebagai bentuk kolaborasi gerakan antara masyarakat, komunitas penggerak, pemerintah, dan institusi swasta. Dia menambahkan dengan keberadaan gerakan-gerakan seperti ini dapat memberikan dampak luas untuk warga Jakarta yang ingin menjadi wirausaha.

Seperti diketahui, GWKH OK OCE diluncurkan menangkap dari usulan Menteri Keuangan, Sri Mulyani agar OK OCE bersinergi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan. Adapun program ini dianggap bisa menurunkan angka kemiskinan di DKI Jakarta yang saat ini mencapai 3,7%. Pemprov DKI menargetkan selama lima tahun ke depan angka kemiskinan di Jakarta hanya dapat mencapai sekitar 2.7%.

Adapun Pemprov DKI dan PGO akan sering mengadakan acara bagi anggota OK OCE seperti pameran waralaba, edufair, bazar kriya, bazar kuliner, penggalangan dana, klinik wirausaha, dan lain-lain. Adapun berdasarkan website www.okoce.me sudah lebih dari 13.200 warga mendaftar OK OCE dan lebih dari 8.000 telah mengikuti pelatihan kewirausahaan OK OCE sejak Desember 2017.(JBBI)

LEAVE A REPLY