>

www.korannasional.com — PSSI mengubah regulasi kompetisi Liga 1 Indonesia dengan sementara ini, tak lagi menerapkan keharusan para kesebelasan peserta kompetisi memainkan lima pemain berusia di bawah 23 tahun (U-23) dalam setiap pertandingan.

Hal itu dikeluarkan dalam surat keputusan PSSI, bertanggal 28 Juni meminta operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB), menghapus sementara aturan pemain U-23 tersebut.

Pelaksana tugas Sekertaris Jenderal (Plt Sekjen) PSSI, Djoko Driyono menerangkan, penghapusan regulasi U-23 tersebut, tak permanen dan cuma sementara. “Saya lebih setuju mengatakan itu bukan penghapusan. Melainkan penangguhan saja,” kata dia, Kamis (29/6/2017) lalu.

PSSI kali ini, punya alasan kuat menangguhkan regulasi pemain muda tersebut. Djoko menerangkan, menengok riwayat, adanya regulasi tersebut, memang sebagai basis seleksi kebutuhan timnas Garuda Indonesia. Akan tetapi, kata dia saat ini, tim kepelatihan timnas, sudah menetapkan para pemainnya. “Slot untuk pemain timnas U-23 kita, sudah terpenuhi dan sudah ditetapkan. Jadi proses seleksi (U-23) di Liga 1, sementara ini tidak diperlukan lagi,” ujar dia.

Para pemain timnas U-23, memang mayoritas para pemain dari kesebelasan-kesebelasan Liga 1. Pelatih Milla, memang sudah menetapkan sebanyak antara 26 sampai 30 pemain yang akan disiapkan dalam dua gelaran besar mendatang. Yaitu, partisipasi timnas U-23 dalam kualifikasi Piala Asia 2018, Juli mendatang. Dan skuat Garuda Indonesia U-23, dalam SEA Games 2017 Malaysia, Agustus mendatang.

Djoko menambahkan, pemenuhan kebutuhan timnas dengan penerapan regulasi U-23 di Liga 1 tersebut, pun dalam perjalanannya, memunculkan semacam ketimpangan. Sebab, terbukti dari 18 tim Liga 1, tak semua kesebelasan berhasil memajukan para pemain U-23.

Hasilnya, tim kepelatihan nasional, hanya merekrut pemain-pemain dari tim-tim papan atas Liga 1. Kepala Operasional Kompetisi LIB, Tigor Shalomboboy menambahkan, dengan penghapusan sementara regulasi pemain U-23 di Liga 1, aturan turunan yang terkait juga bakal dihapuskan. Kata dia, LIB juga mengembalikan regulasi tentang sistem pergantian pemain yang semula lima kali, menjadi normal sebanyak tiga kali di setiap pertandingan. (Sur)

LEAVE A REPLY