>

www.korannasional.com-Dua perusahaan sektor jasa keuangan MNC Group, yakni PT MNC Kapital Indonesia Tbk dan PT Bank MNC Internasional Tbk akan melakukan penambahan modal senilai total Rp1,1 triliun pada tahun ini.

Direktur Utama MNC Kapital Indonesia Andrew Andryanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (30/5), mengemukakan bahwa perseroan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) senilai Rp600 miliar.

“Hasil PMTHMETD untuk memperkuat struktur permodalan,” ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa aksi korporasi itu telah mendapatkan restu dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar Selasa (30/5).

Selain itu, perseroan juga mendapatkan restu untuk melaksanakan “management and employee stock option program” (MESOP) sebanyak 140,6 juta saham. Rencana aksi korporasi itu akan dieksekusi pada tahun ini.

Sementara itu, Direktur Utama Bank MNC Internasional, Benny Purnomo mengatakan bahwa tahun ini, perseroan juga telah mendapatkan restu pemegang saham untuk melakukan melakukan penambahan modal dengan HMETD sebesar Rp500 miliar. Dijelaskan, restu penambahan modal itu juga diperoleh dalam RUPSLB.

“Setiap tahun kami akan menambah modal, kalau kami lihat MNC Group masuk ke bank ini kan 2014 itu menambah modal Rp600 miliar, kemudian di 2015 Rp400 miliar, tahun lalu Rp145 miliar, dan tahun ini rencana Rp500 miliar,” paparnya.

Menurut dia, aksi korporasi itu rencananya akan dieksekusi pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini, setelah mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penambahan modal itu membuat struktur modal perseroan meningkat menjadi Rp2 triliun dari saat ini Rp1,5 triliun.

Direktur Keuangan Bank MNC Internasional, Benny Helman menambahkan bahwa modal inti perseroan saat ini mencapai Rp1,5 triliun. “Rights issue” akan dilakukan setiap tahun hingga 2020-2021 sehingga perseroan dapat menjadi bank BUKU III dengan modal Rp5 triliun.

“Jadi kalau misalnya dapat dana right issue sesuai dengan target Rp500 miliar, maka mencapai sekitar Rp2 triliun modal inti kami,” katanya.(ant)

LEAVE A REPLY