>

www.korannasional.com – Sebanyak 18 orang meninggal dunia dalam gempa di Provinsi Naggroe Aceh Darussalam (NAD). Rerata korban terkena reruntuhan rumah toko (ruko) di tiga kecamatan.

Gempa berkekuatan 6,4 skala richter (SR) mengguncang NAD sekitar pukul 05.00 WIB pagi, Rabu (7/12). Pusat gempa diperkirakan berada di sekitar 18 kilometer timur laut kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Puluhan ruko ambruk, tiang listrik roboh, rumah serta jalan-jalan beraspal juga hancur. Menurut Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko gempa terasa sekitar 15 detik.

Ia mengungkapkan getaran gempa yang cukup kuat di Pidie Jaya terasa sekitar 15 detik. Kedalamamn gempa sekitar 15 km. Menurutnya gempa tidak memicu tsunami. “Gempa terjadi 10 detik di Pidie, info lain masih dalam pendataan,” ujarnya.

Wakil walikota Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengatakan saat ini korban belum bisa dievakuasi mengingat banyaknya bangunan yang ambruk. Karena korban terjepit di antara reruntuhan bangunan. Kini pihak kepolisian dan masyarakat setempat tengah berupaya melakukan berbagai cara untuk mengevakuasi korban.

Hasil analisis peta tingkat guncangan dari BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat terjadi di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh pada skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI). Seluruh wilayah ini diperkirakan berpotensi mengalami dampak gempabumi berupa kerusakan ringan seperti retak dinding dan atap rumah bergeser. *Suryansyah

LEAVE A REPLY