www.korannasional.com–Buntut dari hasil investigasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  yang memutuskan menutup seluruh aktifitas Pandawa Grup,  manajemen Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Grup (KSP MPG) membantahnya dengan tegas. Hal itu sampaikan kuasa hukum KSP PMG, Andi Samsul Bahri saat menggelar konfrensi pers. Menurutnya perlu diluruskan pemberitaan di media saat ini yang miring. Pihaknya membenarkan telah menghadiri menghadiri undangan OJK terkait klarifikasi perizinan badan hukum dan kehadiran kami didampingi oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kami tegaskan bahwa  KSP PMG adalah sah (legal). sebagai dasar hukumnya adalah akta pendirian notaris dan telah ditetapkan sebagai badan hukum oleh Kemenkop dan UKM. Begitu juga dengan kegiatan simpan pinjam juga telah mendapatkan izin. Sekali lagi kami tegaskan, bahwa OJK tidak pernah membekukan atau mencabut izin KSP PMG,” katanya kepada wartawan di kantornya, Jalan Meruyung, Limo. Rabu (23/11).    

Andi mengungkapkan, dengan adanya penjelasan tersebut menepis sebagai koperasi illegal. Bahkan, lanjutnya, dalam soal pengawasan  dan pemberian sanksi kepada KSP PMG juga di bawah Kemenkop dan UKM.  Menurutnya, dalam kegiatan simpan pinjam berjalan secara normal sesuai dengan Undang-undang  dan tidak memberikan pinjaman di luar anggotanya. Meski begitu, dirinya tidak mengelak jika ada beberapa catatan dan rekomendasi yang ditemukan Kemenkop dan UKM terhadap KSP PMG.

“Memang ada rekomendasi untuk menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT. Kita sudah menyelenggarakannya pada Oktober 2016 dan hasilnya sudah dilaporkan kepada pihak Kementerian,” ujarnya.

Saat  disinggung adanya masalah penetapan bunga atau pembagian hasil simpan pinjam, Andi mengatakan hal itu adalah sesuatu yang dibolehkan setelah diputuskan dalam rapat anggota dan dibuat penetapannya. Salah satunya sesuai dengan Permen Kemenkop NO. 11 Tahun 2015. Dirinya mengklaim, bahwa pihak OJK meminta kepada Ketua KSP PMG beserta pengurusnya untuk melanjutkan pembenahan sehingga dapat memenuhi ketentuan perkoperasian.

Sementara itu, Pendiri KSP PMG  Salman Nuryanto mengatakan, pihaknya tidak terlalu memusingkan  isi pemberitaan yang belakangan ini beredar dan seolah menyudutkan KSP PMG. 

“Yang diberitakan Pandawa Grup bukan Pandawa Mandiri Grup. Pandawa Mandiri Grup  jalan seperti biasanya,” katanya. (Aris)

LEAVE A REPLY