www.korannasional.com–
Polda Metro Jaya tengah menelusuri keberadaan 2 siswi kelas tiga SMPN 4 Gununghalu, Bandung, Jawa Barat, yang dilarikan seorang pria misterius. Petugas Polres Cimahi yang menangani kasus tersebut meminta bantuan Polda Metro Jaya mencari pelaku dan menyelamatkan kedua korban.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, kedua siswi tersebut yakni Tiara Putri (14) dan Laras Wati (14) dibawa kabur pria misterius pada 6 September 2016 lalu. Polres Cimahi, lanjut AKBP Hendy, yang menangani kasus tersebut meminta bantuan Polda Metro Jaya lantaran diduga pelaku membawa kedua korban ke salah satu tempat yang masuk dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Kami masih menelusuri keberadaan pelaku dan korban. Ciri-ciri pelaku telah kami ketahui,” kata AKBP Hendy pada wartawan Minggu, 18 September 2016 kemarin. Menurut AKBP Hendy, kedua siswi itu dilaporkan hilang oleh ayah salah satu korban yakni, Laras Wati.

Keduanya dijemput oleh seorang pria, di rumah salah satu korban di Kampung Rawaluyu, Cilangari, Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. “Ada saksi yang melihat korban dibawa pelaku dengan menggunakan mobil warna silver pada pukul 07.00 WIB,” ujar AKBP Hendy.

Sementara itu, Siswi SMAN 10 Bandung, Tesa Tri Kurnia, hilang diduga diculik pria usai menonton pertunjukan seni di Kosambi Kota Bandung. Orang tua korban yang kebingungan melapor ke Polda Jabar, Senin (19/9).

Meski sudah dicari ke mana-mana, menurut Asep Nugraha (41), dan isterinya Lasmi Asih (36), belum mengetahui keberadaan anaknya tersebut. “Kami sulit mengontak karena HP-nya mati,“ kata Asep.

Ia menjelaskan, anaknya hilang sejak Minggu (18/9) sore. Awalnya korban minta izin untuk menonton petunjukan seni di Kosambi, Kota Bandung.

Korban lanjutnya pada malam hari sempat mengirim SMS minta bantuan karena dibawa pria yang tak dikenal dan bingung ada di mana. Setelah mengirim SMS, nomor HP nya tak bisa lagi dihubungi.

Karena sudah bingung, Asep mengaku melaporkan kejadian tersebut ke polisi.“ Kami berharap polisi dapat mengendus keberadaan korban,“ pungkas dia. (Mas Tete)

LEAVE A REPLY