www.korannasional.com–Mendengar kata Proxy War tentu melekat pada negara-negara penghasil minyak seperti Arab, Asia Selatan, atau Asia Barat. Mereka diserang oleh negara adidaya seperti Amerika yang jelas ingin menguasainya.

Indonesia yang kaya akan sumber daya alam bisa jadi sasaran empuk para negara adidaya itu.Generasi muda bisa diserang bukan dengan angkat senjata,namun melalui Narkotika, Sex bebas, Film Porno, LGBT, dan lain sebagainya.

Dalam seminar kebangsaan di hadapan 1.500 mahasiswa Mercubuana, Komandan Korem 052/Wijayakrama Kolonel Inf Iwan Setiawan mengongatkan generasi muda akan ancaman Proxy War itu. Menurutnya, ancaman itu sudah mulai meracuni generasi muda sejak lama. Buktinya,dalam setahun ada sekitar 1.500 warga Indonesia tewas akibat Narkotika.

“Ini bukan perang senjata. Mereka meracuni anak bangsa agar luput dari sumber daya alam yang kita punya,” ujar Iwan kepada korannasional.com, Sabtu (27/8/2016).

Tak hanya Narkotika, Proxy War yang menyerang generasi muda pun menyerangnya lewat kehidupan bebas. Mereka tak lagi memikirkan nilai-nilai luhur bangsa yang tertanam dalam Pancasila. Bahkan, generasi muda tampak acuh dan cenderung bersifat individualis.

“Mental Pancasila lah yang dapat menyelamatkan kita dari ancaman Proxy War. Generasi muda seakan cuek dengan kehidupan bebas, bahkan tak sedikit yang melakukan sex bebas tanpa menghiraukannya,” lanjutnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0503/JB Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana dalam seminarnya menyampaikan jika kondisi ini dibiarkan maka generasi emas bangsa akan sirna.Tak ada lagi calon pemimpin bangsa yang dapat menjaga kekayaan sumber daya alam Indonesia.

“Mereka harus membentuk karakter kuat bangsa Indonesia dan fokus kuliah agar mampu bersaing dengan negara lain,” paparnya.

Dia melanjutkan, tantangan generasi muda semakin berat. Tak ada lagi batasan antar satu negara. Semua bisa dijangkau tanpa ada batasan jarak, ruang dan waktu.

“Mungkin dalam 5-10 tahun lagi, paspor tak lagi berguna. Sekarang saja,manusia sudah dapat menjangkau dunia melalui internet. Jelas ini mempersempit dunia dalam genggaman,” tuturnya.

Kabag Humas Universitas Mercu Buana Kornelia Johana menambahkan, seminar kebangsaan seperti ini telah dilakukan setiap tahun ajaran baru. Mahasiswa baru dibekali karakter bangsa agar membangun semangat untuk mengikuti proses perkuliahan panjang.

“Potret pendidikan Indonesia tak pernah merujuk pada profesi. Dengan adanya seminar ini maka mereka dapat membangun mental Pancasila agar nantinya dapat bersaing dalam kehidupan global,” tutupnya. (Badar)

LEAVE A REPLY