www.korannasional.com–
Walikota Jakarta Barat (Jakbar), Anas Effendi bersama kekuatan tiga pilar, bertekad membebaskan kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat dari para pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar.

“Empat hal yang kami bahas bersama pejabat SKPD (satuan kerja perangkat daerah) hari ini adalah soal PKL,parkir liar, sampah,dan premanisme. Pekan depan Taman Fatahillah harus sudah kembali tertib dan rapih,” ujarnya.

Anas menambahkan, baik PKL maupun lokasi parkir kendaraan bermotor para pengunjung Kota Tua akan disatukan di lahan Pemprov DKI di Jalan Cengkeh.
Untuk menertibkan, walikota akan mengerahkan 70 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), ditambah Satpol PP dari lingkungan kecamatan dan kelurahan sebanyak 35 orang Satpol PP akan menjadi bagian dari kekuatan tiga pilar (Satpol PP, polisi, dan TNI).

Anas menuturkan, Unit Pengelola Kawasan Kota Tua juga akan mengerahkan 70 petugas pengamanan internal untuk mengamankan dan menjaga ketertiban di seluruh areal Taman Fatahillah. “Tiga pilar hanya siaga di Jalan Lada,Jalan Kunir,Jalan Kemukus dan di sekitar lingkar luar Taman Fatahillah,” ucapnya.

Saat bertemu dengan Kepala Dinas (Kadis) dan Kepala Suku Dinas (Kasudin) UMKM (Unit Koperasi,Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah) Anas mengatakan, Keduanya telah sepakat memindahkan seluruh PKL resmi ke Jalan Cengkeh. “Baik yang di lorong lorong jalan masuk ke Taman Fatahillah mapun yang ada di Jalan Kalibesar Timur,” ujarnya.

Dalam pertemuan di kawasan Kota Tua,Anas juga bertemu dengan Kadis dan Kasudin Perhubungan,meminta mereka kembali menempatkan mobil derek di Jalan Lada. Anas mengakui, parkir liar yang menarik tarif parkir satu sepeda motor Rp 5000 dan parkir satu mobil Rp 10.000 telah merangsang tumbuhnya premanisme di sekitar Taman Fatahillah.

“Makanya saya sapu saja. Ini kan kawasan terlarang untuk parkir,” tandas Anas.

Ia telah menegur Kepala Unit Pelayanan Perparkiran DKI Tiodor Sianturi yang dinilai lemah mengawasi para juru parkir di sekitar Taman Fatahillah. “Itu jumlah uang yang masuk berapa,yang buat Pemprov DKI berapa, ngga jelas,” ucapnya.

Secara terpisah,Kasudin Kebersihan Jakbar,Edy Mulyanto menambahkan, pihaknya akan menyiapkan dua truk sampah dan 30 tenaga kebersihan yang bekerja dalam dua shift, ini dilakukan secara khusus dilokasi kota tua.

Dandim 0503/JB Letkol Inf Wahyu Yudhayana Mengatakan siap Siagakan Personilnya, Wahyu memastikan personil TNI Mendukung penuh untuk ikut membantu penertiban PKL dan parkir liar.

“Kita siapkan masing-masing satu pleton (30 orang) personil dari Koramil Tambora dan Koramil Tamansari.Jadi total personil 60 orang,” ucap Wahyu Yudhayana

Wahyu Yudhayana menegaskan akan menindak siapapun anggota TNI yang terlibat backing-backing-an.

“Saya ingatkan pesan presiden, negara tidak boleh kalah dengan preman.Kalau sampai ada anggota TNI yang terlibat premanisme,itu artinya yang bersangkutan mengingkari pesan presiden. Pasti kami tindak darimana pun asal angkatannya,” tandasnya. Wahyu juga siap mengerahkan anggota garnisun untuk menindak anggota TNI yang terlibat. (Badar)

LEAVE A REPLY