www.korannasional.com–Polri akan menelusuri dengan meminta langsung data aliran uang mencurigakan di jaringan narkotika yang dikendalikan Freddy Budiman, ke Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). PPATK, sebelumnya, menyebutkan bahwa ada lalu lintas transaksi uang yang patut dicurigai di jaringan peredaran narkotika yang dikendalikan Freddy Budiman. Freddy gembong narkotikayang sudah dieksekusi mati.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, Tim Independen kepolisian yang sedang menginvestigasi dugaan keterlibatan aparat Polri dalam jaringan Freddy bakal meminta data aliran uang tersebut ke PPATK. “Soal aliran dana, baru ramai di media, datanya kami belum terima. Kami mau jemput ke PPATK, akan dimintakan apakah benar ada data terkait Freedy? Aliran dana ke siapa saja? Ini juga kami mau tahu,” ujar Boy, ditemui saat acara Pentas Budaya Antinarkoba di GBK Jakarta, Sabtu (13/8/2016).

Boy mengutarakan, ada dugaan kuat Freddy menggunakan rekening dengan nama orang lain untuk menerima atau memindahkan uang. Dugaan ini juga bakal diselidiki. “Kami akan koordinasi juga soal apa aliran dana benar atas nama Freddy, ataukah Freddy menyuruh orang lain untuk mendistribusikan dananya,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso mengatakan, pihaknya menemukan aliran dana mencurigakan pada jaringan sesama bandar terkait Freddy Budiman. Agus menyebutkan, temuan ini sudah lama, bahkan sejak dua tahun lalu. “Kan ada beberapa kasusnya. Penyidik narkoba sudah tahu. Yang baru ini diserahkan April (tahun ini) ke BNN,” ujar Agus, Kamis (11/8/2016).

Baru-baru ini, PPATK menemukan adanya transaksi mencurigakan sebesar Rp 3,6 triliun yang berputar dari satu rekening ke rekening lain. Namun, Agus tidak dapat memastikan apakah transaksi itu terkait dengan peredaran narkoba dan menyangkut oknum tertentu. Yang jelas, nama-nama pemberi dan penerima aliran uang itu merupakan anggota jaringan Freddy. (mas tete)

LEAVE A REPLY