www.korannasional.com–Pasra pelaku usaha dari Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo) meminta pemerintah dapat mengoptimalkan dan menambah waktu operasional pelabuhan besar di Indonesia menjadi 7 hari dalam 1 minggu.

“Kami ingin pelayanan di kepabeanan itu dapat beroperasi selama 7 hari. Ini supaya kebijakan terkait pembenahan dwelling time itu bisa tercapai,” kata Ketua Umum Aseibssindo, Khafid Sirotudin, di Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Khafid mengatakan, pihaknya mengapreasiasi langkah pemerintah yang telah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XI, dengan salah satu poin utama dalam paket tersebut adalah percepatan dwelling time dari sebelumnya 4,7 hari menjadi 3,7 hari.

Namun, kata Khafid, apabila rencana besar pemerintah tersebut tidak didukung dan diterjemahkan dengan 18 kementerian lembaga terkait yang mengurus masalah tersebut, maka keinginan untuk mengurangi waktu bongkar muat tersebut akan sulit untuk direalisasikan. “Niat baik pemerintah saat ini masih belum diterjemahkan dengan baik oleh kementerian lembaga terkait. Dalam realitas di lapangan, pada hari Sabtu dan Minggu, pihak Bea Cukai sudah beroperasi namun Balai Karantina libur, ini akan menghambat proses pengeluaran barang,” kata Khafid lagi.

Karena itu, kata Khafid, penambahan jam operasional pelabuhan tersebut diharapkan bisa dilakukan dalam waktu dekat khususnya di pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia, seperti Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Pelabuhan Belawan Medan. (tete m)

LEAVE A REPLY