Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas mengenai perikanan dan nelayan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/4). Rapat tersebut menindaklanjuti pertemuan Presiden Jokowi pekan lalu dengan para nelayan dari kawasan Batang, Pekalongan, Rembang, Tegal, Jawa Tengah dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/ss/15
>

korannasional.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kesediaannya dapat hadir di Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun syaratnya, jika muktamar tersebut mengagendakan islah antara dua kubu yang bersengketa. Rencananya Muktamar PPP yang akan diselenggarakan pada 8 April 2016.

“Rencananya Presiden akan hadir kalau maksud Muktamar itu adalah islah dua kubu,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Intinya Presiden Jokowi tidak ingin terjadi kegaduhan atau keributan terus-menerus tanpa ujung antara dua kubu yang berkonflik di PPP yakni Kubu Romahurmuzy dan Kubu Djan Faridz. “Presiden ‘concern’ terhadap islah PPP dan tidak berlarut-larut persoalan di PPP. Maka Presiden akan hadir dalam Muktamar PPP,” terang Johan.

Presiden Jokowi berharap didapatkan jalan terbaik supaya bisa menatap ke depan. “Poin Presiden tadi yaitu jangan ribut terus, islah adalah jalan terbaik, sehingga bisa menatap ke depan. Persoalan bangsa ini lebih banyak,” tandas Johan. (gilang)

LEAVE A REPLY