Bupati Puncak Willem Wandik saat memberikan sambutan (foto: dok/polri).

KORANNASIONAL.COM – Pemerintah daerah dan aparat Puncak Papua menggelar dialog untuk membahas KKB dan kondisi keamanan di Kabupaten Puncak. Acara tersebut dimulai pada pukul 12.45 WIT, bertempat di Aula Negelar Pemda Puncak, Kampung Kimak, Distrik Ilaga.

Agenda itu dihadiri oleh Bupati Puncak Willem Wandik, SE, M.Si, Wakil Bupati Puncak Pelinus Balinal, Dandim Puncak Jaya Letkol Inf. Rofi Irwansyah, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia, Ketua DPRD Kab. Puncak Lukius Newegalen, Pejabat Esalon II, III dan IV Pemda Puncak, Anggota DPRD Kab. Puncak, Pimpinan TNI / POLRI di Distrik Ilaga, tokoh-tokoh masyarakat serta masyarakat Kabupaten Puncak.

Dalam kesempatan itu, Bupati Puncak Willem Wandik mengaku geram dengan ulah KKB karena beberapa hari di wilayah Puncak, khususnya di Beoga masyakarat jadi tidak tenang.

“Kalau kelompok KKB mengatakan bahwa tujuan mereka adalah berjuang untuk merdeka, tetapi warga sendiri atau keluarga sendiri saja di bunuh, ini berjuang apa yang kayak begini,” tutur Willem di Papua, Selasa (20/4/21).

Tidak hanya itu, Bupati Puncak juga bahkan mengutuk langsung tindakan KKB. Ia menilai, kejadian pembunuhan membuat masyarakat setempat merasa ketakutan.

“Apabila ada orang dibalik kejadian ini yang membuat atau memerintahkan untuk membunuh anak ini, saya kutuk dengan tanah ini, saya kutuk kalian semua kelompok ini,” tegasnya.

Willem menganggap tindakan KKB seperti pengecut, karena hanya berani menyerang orang yang tidak berdaya. Ia bahkan menentang mereka untuk perang secara terbuka.

“Kalau mau perang, kami siapkan lapangan perang, biar kita masyarakat undur dan kalian berperang melawan TNI-Polri, itu baru laki – laki jangan membuat masyarakat jadi takut atau jadi korban,” katanya.

Selain itu, Willem juga membahas tentang dua puluh target pembunuhan KKB dan meminta KKB untuk mengkomunikasikan hal tersebut agar tidak terjadi lagi salah target dan pembunuhan membabi buta oleh KKB.

“Kepada KKB supaya sembilan belas orang yang mereka tentukan itu, orang – orang itu siapa, kasih tahu saya biar saya bisa sampaikan kepada mereka, atau tidak kalian beritahu mereka supaya jangan membuat hal yang tidak di sukai, itu baru saya bilang oke,” pungkasnya. (ud/ed).