Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (foto: Instagram/@nicke_widyawati).

KORANNASIONAL.COM – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan kronologi kebakaran Kilang Minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Senin (29/3) dini hari.

“Saya ingin sampaikan beberapa poin. Pada jam 00.45 dini hari terjadi insiden kebakaran di tangki T301 di area Kilang Balongan,” papar Nicke dalam konferensi pers, Senin (29/3).

Menurut Nicke, untuk mencegah penyebaran ke area lain, Pertamina langsung normal shut down kilang. “Agar arus minyak berhenti dan mencegah perluasan kebakaran,” jelasnya.

Ia mengatakan, kondisi saat ini api sudah bisa dilokalisir. Sehingga, pihaknya bisa memastikan bahwa api tidak menjalar ke wilayah lain. Nicke pun menegaskan pihaknya akan memastikan tidak terjadi apapun di sekitar kilang minyak.

“Dengan kejadian ini kami pastikan pasokan BBM aman karena sebenarnya dalam pola suplai kami ada skenario dalam operasi emergency. Jadi kami optimalkan produk dari kilang lain dan salurkan langsung salurkan ke daerah-daerah yg selama ini disuplai Balongan yaitu Jakarta dan Cikampek,” tegasnya.

Nicke pun menegaskan kilang atau proses di kilang Balongan tidak terdampak. Pasalnya, kebakaran hanya di daerah tangki.

Sejalan dengan itu, Direktur Logistik dan Infrastrutktur Pertamina Mulyono menegaskan stok BBM nasional aman usai kilang Balongan di Indramayu milik Pertamina terbakar.

Mulyono memaparkan stok gasoline tercatat ada 10,5 juta barel dan diperkirakan cukup untuk 27-28 hari ke depan.

“Jadi tidak ada masalah untuk gasoline karena permintaan 390 Mb atau 62,5 ribu kiloliter,” ujarnya dalam press conference, Senin (29/3).
Sementara itu, untuk stok solar tersedia 8,8 juta barel atau cukup untuk 20 hari ke depan. Sedangkan Aftur masih tersedia 3,2 juta barel atau cukup untuk 74 hari konsumsi.

“Jadi sekali lagi, tidak perlu panik. Stok sangat banyak. Sangat berluber. Ini karena kondisi belum normal jadi konsumsi belum banyak,” tegas Mulyono.

Dia pun memaparkan kilang Balongan melayani Balongan, Cikampek dan Plumpang. Sedangkan untuk Plumpang disuplai melalui pipa, sehingga stoknya tidak tinggi karena setiap saat bisa dipompa dari terminal BBM Balongan.

Untuk Plumpang, stok gasoline cukup untuk 12-13 hari ke depan dan solar 13 hari ke depan. Sedangkan Cikampek stok gasoline cukup untuk 13 hari dan solar 10 hari.

Terakhir, untuk Balongan stok gasoline cukup untuk di atas 10 hari dan solar cukup untuk di atas 20 hari. “Tadi sudah disampaikan kilangnya tidak ada masalah, normal shut down. Jadi produksi begitu kebakaran bisa ditangani, bisa langsung produksi lagi,” paparnya.

Mulyono mengungkap pemadaman sekitar 4-5 hari dan perkiraan kehilangan produksi kilang sekitar 400 ribu barel. Kehilangan ini akan disuplai Cilacap dan kilang RDPU. (ud/ed).