www.korannasional.com–Jelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Luwu Utara pada 9 Desember 2020 2020, semakin memanas.

AKAS (sebutan beken untuk pasangan Arsyad Kasmar-Andi Sukma) yang mendapatkan jadwal kampanye terakhir di wilayah Masamba, Sabbang, dan sekitarnya, selain mendapatkan sambutan meriah oleh masyarakat, juga mendapatkan tekanan dari pendukung pasangan 01, Muh. Thahar dan Rahmat Laguni.

“Ya benar, rumah pribadi Pak Arsyad ditimpuk batu setelah anak motor geber-geber gasnya didepan rumah” ujar Didi Dharma saksi yang sedang berada di rumah Arsyad Kasmar, Sabtu (5/12/2020).

Kejadian ini terjadi pada pukul 19.00 WIT, ketika rombongan pendukung Pasangan Matahari (nama inisial Pasangan Muh. Thahar dan Rahmat Laguni) baru saja selesai rapat koordinasi tim pemenangan di Posko Induk Rumah Kita dan konvoi menuju kediaman Muh. Thahar di Kelurahan Marobo, Kecamatan Sabbang.

“Kita sudah tahu kalau mereka (Pasangan Rumah Kita-red) melangsungkan rapat koordinasi di Posko Induk di Masamba. Kami juga sedang melepas atribut kampanye di depan Rumah Kandidat Bupati, tiba-tiba iring-iringan motor lewat dan memprovokasi kami dengan suara motor dan teriakan” jelas Hilal warga Kecamatan Rampi yang sedang berkunjung ke rumah Pak Arsyad.

Provokasi tersebut tidak dibeli oleh para pendukung AKAS yang memang memenuhi kediaman Arsyad Kasmar pada malam itu, Sabtu, 5 Desember 2020, dimana para pendukung AKAS hanya berdiri dan melihat iring-iringan motor itu lewat. Akan tetapi beberapa saat kemudian, lewat konvoi kedua yang juga melakukan provokasi yang sama.

“Konvoi pertama memang sampai teriak-teriak, tidak tahu apa yang diteriaki. Tapi masyarakat tidak terpancing, hanya berdiri saja melihat mereka lewat sambil ngegas kencang sekali. Lalu setelah mereka sudah pergi, datang konvoi kedua. Mereka juga geber-geber gas dan berteriak tapi yang membuat kami emosi adalah rumah pimpinan kami dilempari batu oleh anak-anak yang naik motor itu.” terang Rahman Warga Desa Komba, Kecamatan Rongkong, yang berusaha untuk melerai warga rongkong yang terlihat terprovokasi.

Safar, warga Desa Lodang Kecamatan Seko yang sedang melewati Jalan Poros tersebut mengaku kaget “Saya lagi lewat naik motor, tiba-tiba ada orang naik motor ke arah Sabbang melempar batu ke rumah Pak Arsyad. Saya kira akan terjadi perkelahian besar ini. Tapi ternyata tidak”

Menyikapi kejadian ini, Khaidir Tiar Arsyad, putra bungsu Arsyad Kasmar, mengaku kecewa atas tindakan provokasi yang telah dilakukan oleh pendukung Pasangan 01. Dirinya menyampaikan bahwa provokasi yang dilakukan telah melanggar deklarasi pilkada damai dan tidak mencerminkan sama sekali kesantunan dan kedewasaan dalam berpolitik.

“Saya terus terang sangat kecewa. Ini pelanggaran terhadap deklarasi Pilkada Damai. Sengaja betul rumah orang dilempari agar terjadi kerusuhan. Tidak ada sama sekali kesantunan dan kedewasaan dalam berpolitik.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Muh. Thahar dan Rahmat Laguni.

Seperti yang diketahui, Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Luwu Utara diikuti oleh 3 pasangan kontestan. Kontestan dengan nomor urut 1, Muh. Thahar dan Rahmat Laguni dengan nama tim Rumah Kita, Kontestan dengan nomor urut 2, Indah Putri Indriani dan Syuaib Mansyur dengan nama tim Bisa, dan Kontestan dengan nomor urut 3, Arsyad Kasmar dan Andi Sukma dengan nama tim AKAS. (Rob)