DEPOK – Masyarakat Indonesia Timur di Kota Depok tertarik dengan misi visi pasangan calon Walikota Depok/Wakil Pradi Supriatna dan Afifah Alia. Mereka berharap 10 program itu dapat direalisasikan jika paslon nomor urut 1 itu menang pada Pilkada 9 Desember 2020.

Menurut Barnabas Ambok Ketua Relawan warga keturunan Indonesia Timur yang tinggal di Depok, selama 15 tahun ini tidak mendapat perhatian. Bahkan boleh dibilang terpingkirkan.

“Kami merasa Depok butuh perubahan. Selama 15 tahun tidak ada kemajuan berarti,” ujar Benabas Ambok.

Lebih lanjut dia menuturkan program yang dipaparkan Pradi-Afifah sejalan dengan harapannya.

“Seluruh programnya bagus. Tapi saya tertarik dengan pengobatan gratis dengan KTP Depok. Sejauh ini belum pernah ada. Kami selalu kesulitan dalam pelayanan kesehatan. Kami berharap Pradi-Afifah menang dan dapat mewujudkan program tersebut,” tuturnya.

Masih kata Ambok, selama lima belas tahun masyarakat Indonesia Timur seperti terpinggirkan di Depok. Mereka seperti terasingkan dan tidak diajak turutserta aktif membangun Depok.

“Padahal kami juga memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Masyarakat Indonesia Timur di Depok jumlahnya ribuan. Kami sepakat menangkan Pradi-Afiah,” ujar Barnabas Ambok.

Menurut Barnabas, orang keturunan Indonesia Timur, seperti NTT, Ambon, Manado, dan Papua sudah ada di Depok sejak lama, bahkan zaman Belanda pun sudah ada.

“Jadi kalau dihitung jumlah cukup banyak juga. Ada ribuan keseluruhan di kota Depok,” ujar Barnabas.

Di mata Barnabas Pradi-Afifah lebih menonjolkan nasionalis-agamis. Sehingga dirinya yakin kedua sosok tersebut bisa merangkul semua golongan.

“Jadi jangan lagi ada hegemoni, dominasi kelompok tertentu saja. Depok itu milik semua. Kami berharap Pradi-Afifah bisa menang dan menjadi pemersatu di Kota Depok,” ujar Barnabas yang mengaku siap berjuang mengajak warga Indonesia Timur yang ada di Depok untuk tanggal 9 Desember mencoblos nomor urut 1, Pradi-Afifah.

Sementara Ketua Umum Generasi Muda Patriot Bela Bangsa Ali Akbar, mengajak semua masyarakat Indonesia Timur yang ber-KTP Depok untuk komitmen memilih Pradi-Afifah. Ia juga mengajak generasi muda milenial untuk tidak golput.

Sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis kepemudaan, Generasi Muda Patriot Bela Bangsa (GM-Patriot) merasakan kurangnya peran aktif para Milenial pada setiap gelaran Pilkada. Generasi muda yang sejatinya penerus pilar Demokrasi, pada gilirannya nanti akan menjadi pewaris negara dan bangsa ini akan berlayar ke arah mana.

“Generasi milenial harus mengambil peran dan posisi strategis. Sudah bukan waktunya lagi banyak bicara politik, ekonomi, sosial atau apa saja tentang situasi bangsa, namun Golput saat ada moment Pilkada. Demokrasi mengajarkan kita untuk aktif dalam pikiran dan tindakan. NKRI hingga hari ini berdiri karena Demokrasi yang terjaga kesinambungannya.

“Jadi mari generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam pilkada Depok ini. Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 adalah salah satu proses ber-Demokrasi yang tidak bisa ditawar lagi. Saluran penyerapan aspirasi warga secara langsung itu menentukan siapa pemimpin yang dipercaya mengelola daerah dimana kita tinggal.

“Ada hal besar yang lebih penting direnungkan daripada sekedar berpolitik praktis, yaitu pembangunan yang adil tanpa diskriminasi kelompok. Kita harus dukung Pradi-Afifah yang bisa merangkul semua golongan, semua potensi yang ada di Depok,” ujar Ali Akbar.*Surya