DEPOK – Pradi Supriatna dan Afifah Alia tampil cerdas dan taktis pada debat publik Pilkada Depok yang disiarkan langsung iNews TV, Minggu (22/11). Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok nomor urut 1 ini tanpa ampun menggilas Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono (IBH).

Pradi-Afifah membuat Idris-IBH tak berkutik. Paslon nomor urut 2 itu digilas 4-0 tanpa balas. Yakni menyangkut bidang Infrastruktur, SDM, Integrasi Antardaerah, provinsi dan pusat serta Perizinan dan Hukum.

“Pradi-Afifah memberikan jawaban dengan cerdas menyangkut keempat materi yang ditanyakan host serta taktis dalam merespon tanggapan dari paslon nomor urut 2,” kata Amiruddin, Ketua Media Center Pradi- Afifah.

Bahkan Pradi Supriatna membuat ‘skakmat’ ketika Idris membanggakan penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha pada 2019 soal sistem tranformasi perkotaan.

“Mohon maaf Pak Idris, karena kita berpartner ya saat itu pada saat mendapatkan Wahana Tata Nugraha ya. Karena itu sifatnya ekspose dari 524 kabupaten/kota se-Indonesia dan kebetulan yang ekspose adalah saya di Kementerian Perhubungan bersama dengan kepolisian saat itu. Saya dengan Dinas Perhubungan Kota Depok, kami ekspose perencanaan ini dan hasilnya luar biasa kami mendapatkan angka 100 tanpa cacat terkait perencanaan ini,” ungkap Pradi yang membuat Idris membisu.

Idris juga tak berkutik ketika Pradi menyatakan usulan dirinya soal pembangunan infrastruktur Kota Depok dicoret oleh Idris. Akibatnya selama 15 tahun Depok dipimpin kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan 5 tahun dibawah kepemimpinan Idris jadi mandek.

Seperti diketahui Pradi adalah wakil wali kota dari Idris pada periode 2015-2020.

“Ini menandakan bahwa selama 5 tahun terakhir Pradi tidak dilibatkan dalam merumuskan pembangunan di Kota Depok,” kata Waras Wasisto, Anggota DPRD Jawa Barat seusai acara debat Pilkada Calon Wali Kota Depok/Wakil.

Lebih lanjut, Waras juga menyoroti kecerdasan Afifah Alia dalam berdebat. Menurutnya, Afifah seorang sarjana teknik sipil sangat mengerti bagaimana harus membangun kota Depok.

“Afifah sampaikan tadi bahwa dia sadar betul hari ini APBD Kota Depok ini sangat kecil hanya Rp 3,5 triliun, sehingga harus digunakan secara efektif dan efisien mungkin dan tepat sasaran. Afifah paham betul bagaimana mengolah anggaran kecil karena dia seorang pebisnis,” tuturnya.

Waras Wasisto, yang juga fraksi PDI-Perjuangan itu, menilai Pradi-Afifah luar biasa pada debat pertama ini. Dalam beberapa aspek yang ditanyakan oleh panelis melalui ‘host’ soal infrastruk jelas sekali bahwa 15 tahun ini Pemkot Depok dibawah kepemimpinan Idris tidak melakukan apapun.

Soal koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah, kepemimpinan Idris dinilai sangat lemah. Sehingga ketika Afifah menjabarkan bagaimana komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat dan Jawa Barat, membuat Idris dan IBH terperanga.

“Pemikiran Afifah sebagai orang calon wakil walikota yang belum pengalaman ini saya pikir luar biasa sangat brilian dengan ide dan gagasannya,” ungkap Waras.

Terakhir menurut Waras dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Afifah berkali-kali menegaskan bahwa ‘the right man in the right place’. Ini sangat penting jangan pernah menempatkan orang di satu dinas yang dia tidak mengerti di bidangnya.

“Jika ini dibiarkan seperti 5 tahun sekarang ini, Pemerintah Depok akan amburadul. Bayangkan saja bila dinas tenaga kerja misalnya ditaruh orang yang lulusannya katakanlah insinyur. Ini kan nggak pas,” tandasnya.* surya