DEPOK — Kekuasaan PKS selama 15 tahun membuat seniman Kota Depok mengelus dada. Hingga saat ini Depok tidak punya Gedung Kesenian.

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI, Ir Nuroji, saat berkunjung ke kantor Media Center Pradi-Afifah di kawasan Depok Jaya, Pancoran Mas, Jumat (14/11/2020).

Menurut Nuroji, hal itu lantaran pemimpin Depok tidak peduli kepada pelaku seni.

Jika Mohammad Idris, wali kota Depok, punya kemauan, kata Nuroji, tentunya tidak akan kesulitan mewujudkan gedung kesenian.

Pemkot Depok hanya menyediakan lahan, dan anggaran pembangunannya bisa menggunakan APBD Depok atau meminta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ironis, sampe hari ini Depok belum punya gedung kesenian. Padahal apa susahnya sih? Pemkot hanya menyiapkan lahan. Duit untuk membangunnya sudah disiapkan oleh Pemprov Jabar. Tinggal bikin proposalnya,” kata Nuroji di hadapan ketua Media Center Pradi-Afifah, Amiruddin.

Diungkap Nuroji, tiga tahun silam dirinya pernah mendorong Pemkot Depok untuk segera membangun gedung kesenian, guna memenuhi harapan para seniman yang sangat menginginkan Depok memiliki wadah atau tempat berkumpul, berekspresi dan berkreasi.

Dia menambahkan, terkait anggarannya sudah tersedia di Pemprov Jabar sebesar Rp26 miliar. Hal itu diketahui Nuroji ketika dirinya bertemu Wakil Gubernur Jawa Barat saat itu, Dedy Mizwar.

“Pak Dedy Mizwar ngomong ke saya kok, ada anggaran 26 miliar untuk pembangunan Pusat Kebudayaan. Saya pun segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Poryata Depok saat itu,” kata Nuroji.

Namun, lanjut Nuroji, progresnya tak berjalan mulus. Depok tidak mengajukan proposal anggaran ke Pemprov Jabar. Entah kenapa.

“Ada dua opsi terkait rencana pembangunannya, menggunakan lahan pasos-pasum dan meneruskan atau merehab gedung mangkrak yang berlokasi di wilayah Duren Mekar, Sawangan. Tapi kedua opsi tersebut tidak berjalan, mandeg sampe sekarang,” beber Nuroji.

Lantaran tidak ada progresnya, Nuroji pun enggan mengingatkan lagi Pemkot Depok agar membangun gedung kesenian.

“Saya udah capek mengingatkan. Walikotanya emang kagak mau di Kota Depok ini ada gedung kesenian. Tapi dia selalu mengklaim sebagai orang yang suka kesenian dan kebudayaan” ucap Nuroji dengan nada kecewa.

Pembina DPC Partai Gerindra Kota Depok inipun menyoal belum tuntasnya dualisme kepemimpinan di Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Depok. Hingga saat ini dirinya belum mengantongi SK, dan masih ‘dibenturkan’ dengan ketua DKD lama, yaitu Misbahul Munir (mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil).

“Sampe sekarang posisi saya di DKD masih digantung dan belum ada SK-nya. Sangat keterlaluan. Kalo bukan orangnya dia bakal dipersulit jadi pengurus organisasi, mestinya semua organisasi strategis dari orangnya dia semua,” demikian Nuroji.