DEPOK – Lag-lagi kasus dana hibah menampar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Kali ini giliran KONI Kota Depok yang diduga terjerat masalah hukum.

Dana hibah memang ‘bancakan’ yang lezat. Tapi jika salah kaprah memanfaatkannya bisa celaka. Itu pernah dialami KONI Pusat yang akhirnya menyeret mantan Mantan Menpora Imam Nahrawi ke penjara.

Kini, KONI Kota Depok menjadi sorotan. Forum Mahasiswa Tanah Air (Format) pertanyakan dana hibah induk olahraga yang dipimpin Amri Yusra itu. Format menuntut ketua KONI Depok kader Partai Keadilan Sejahatera (PKS) itu tranpransi dalam penggunaan dana hibah dari Pemerintah Kota Depok.

Ketua Presidium Format Kota Depok, Lathif Fardiansyah mengatakan ada temuan dalam Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2019 terkait dana Hibah KONI.

“Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa ada Rp 1 miliar lebih dana hibah KONI yang belum dipertanggungjawabkan,” ucap Lathif dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/11/2020).

Lebih lanjut Lathif mengatakan hasil pemeriksaan pada pertanggungjawaban dana hibah KONI Depok menunjukan terdapat kekurangan bukti pertanggungjawaban.

“Hal tersebut tidak sesuai dengan peraturan Walikota Depok nomor 66 tahun 2018 tentang tata cara pemberian dan pertanggungjawaban hibah dan bantuan sosial,” ungkapnya.

Pihaknya meminta publik dan aparat penegak hukum untuk sama-sama mengawasi permasalahan tersebut.

Sementara itu, Ketua KONI Depok Amri Yusra mengatakan tidak tahu menahu soal tuntutan Format. Kader PKS ini menuturkan pihaknya setiap tahun selalu memberikan laporan kepada BPK Kota Depok.

Lebih lanjut dia mengatakan kewajiban dana dihiba dipegang Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Dikatakan hal itu mengacu pada Perwal setiap akhir tahun anggaran harus membuat laporan kepada pemerintah daerah.

“Tahun ini kami akan melaporkan penggunaan pada bulan Desember. Nilainya sebesar Rp 9 miliar dan baru dipakai Rp 7 miliar,” kata Amri Yusra.

Dana tersebut menurut Amri digunakan untuk kebutuhan 45 cabang olahraga dan Pengcab. Sisanya Rp 2 miliar dikatakan akan dibelikan payung parasut dan kebutuhan cabang olahraga lainnya.

Namun dia mengaku tidak tahu apa yang dipersoalkan Format. Amri tidak ingin merespon karena menurut tidak jelas dana hibah tahun berapa yang dipersoalkan.

“Kalau dianggap ada sesuatu yang kurang, silakan tanya pada pihak yang menerima pertanggung jawaban,” tutur Amri.*Surya