DEPOK – Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serempak tinggal sebulan lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mengaku telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Menurut Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna, polarisasai masing-masing pasangan calon (paslon) Wali Kota Depok/Wakil telah merebut hati masyarakat Depok.

“Ini akan berimbas pada partisipasi yang tinggi pada Pilkada Depok 9 Desember nanti,” kata Nana Shobarna.

Menurutnya, KPU sejak awal telah melakukan optimalisasi sosialisasi kepada masyarakat, baik ditingkat kecamatan, maupun di kelurahan dengan beberapa metode. Di antaranya dengan tatap muka langsung.

“Jadi ada yang tatap muka, ada yang daring, ada yang menggunakan mobil keliling woro-woro,” jelasnya.

Nana menghimbau kepada seluruh warga Depok untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 Desember 2020.

“Dalam aktivitas sosialisasi yang kami lakukan menggelora. Masyarakat tak perlu takut ke TPS, apalagi Depok bukan zona merah covid-19. Depok telah berubah ke zona orange dan kuning,” ujarnya.

Jika berkaca lima tahun lalu, Nana optimis jumlah partisipasi pemilih akan meningkat.

“Kami sangat optimis akan naik. 2015 partisipasi pemilih 56 persen, nah di 2020 ini kami punya target di 77,5 persen,” ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Waras Wasisto mempertanyakan kinerja KPU Kota Depok. Ia menilai, selama ini KPU adem ayem.

“KPU kurang aktif dalam melakukan sosialisasi atau ajakan untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),” kata Waras.

Kondisi ini, menurut Waras, sangat riskan karena berdasarkan data lima tahun lalu, jumlah warga yang tak menggunakan hak pilih cukup tinggi, sekira diatas 40 persen. “Saya minta rekan-rekan KPU meningkatkan sosialisasi.”

“Sampai hari ini, saya belum lihat keseriusan KPU dalam mengajak masyarakat meningkatkan partisipasi pemilih,” katanya pada awak media, Senin 9 November 2020.*surya