DEPOK – Langit di Kota Depok tampak cerah. Ketua GP Ansor Kota Depok, Abdul Kodir pun semringah. Dia bangga mendapat ‘Pentungan Sakti’ dari Senior Banser DKI Jakarta.

Haji Mansyur Kelana (Hamka), mantan Kasetma Banser DKI Jakarta, mengatakan tidak sembarang orang bisa mendapatkan pentungan bambu tersebut. Menurutnya hanya mereka yang berjuang mengawal perjalanan Presiden Gus Dur (1999-2001) yang dibekali pentungan tersebut.

“Pentungan itu ‘diisi’oleh Kiai Langitan, Kiai Faqih, dan Gus Maksum. Alat itu bukan untuk perang, tapi untuk perdamaian. Orang yang mencoba mengganggu Gus Dur kala itu, takut lihat pentungan ini,” cerita Hamka yang mengaku bersama beberapa Banser pernah berjaga-jaga di depan Istana Negara, Jakarta.

Kakek berusia 81 tahun itu lebih lanjut mengatakan pentungan itu dia dapatkan langsung dari K.H Maksum Dajuhar atau lebih dikenal dengan nama Gus Maksum. Dia adalah pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur.

“Benda itu bukan untuk memukul orang, bisa berbahaya. Itu bukan karakter Banser. Cukup untuk berjaga-jaga saja,” dia menerangkan.

Lebih lanjut dikatakan Banser harus memperlihatkan kegagahannya terhadap mereka yang mengganggu Islam Aswaja NU.

Ketua GP Ansor Kota Depok Abdul Kodir terbilang beruntung. Pentungan yang berumur lebih dari 20 tahun itu diberikan kepada Kodir.

“Jalankan Ansor sebaik-baiknya demi kebenaran. Bukan membela siapa yang bayar. Kalau kita di jalan yang benar, hidup kita akan damai dan tenteram,” pesan Hamka kepada Kodir.

Abdul Kodir mengaku beryuskur bisa bertemu dengan senior Banser yang pernah berjuang mengawal Gus Dur. Lebih lanjut Kodir mengatakan respek kepada Banser yang benar-benar menjalan fungsinya seperti Hamka.

“Banyak pelajaran berharga yang bisa saya petik dari pengalaman beliau selama aktif sebagai Banser. Apalagi beliau memiliki posisi yang cukup tinggi di pusat. Jujur saya belum tentu bisa menapaki jejak beliau yang penuh dedikasi untuk GP Ansor dan Banser,” ujar Abdul Kodir.

Abdul Kodir juga takjub dengan segala perlengkapan Banser yang dimiliki Hamka. Berbagai penghargaan yang didapatnya benar-benar diadministrasikan secara rapi.

“Pak Hamka adalah salah satu saksi begitu luar biasa khidmahnya Banser terhadap Ulama. Beliau menjadi saksi sejarah bagaimana Banser mengawal Gus Dur ketika menjadi presiden terlebih saat Gusdur dilengserkan,” kata Abdul Kodir.

Lebih lanjut Abdul Kodir mengatakan beliau berpesan supaya generasi muda Banser maupun Ansor terus istiqomah dan jujur dalam berjuang. “Banser tidak akan pernah berhenti sampai mati. Bagi kami Hamka adalah Banser selamanya,” punkasnya.* Surya