DEPOK – Keseriusan Ridwal Kamil, Gubernur Jawa Barat, mengeluarkan Kota Depok dari zona merah membuahkan hasil. Dalam dua pekan berkantor di Depok, status Covid-19 di ‘Kota Belimbing’ kini bergeser menjadi zona oranye.

Ridwan Kamil memang turun langsung ke lapangan. Pria yang disapa Kang Emil ini tidak tinggal diam di belakang meja. Dia menyusuri banyak titik rawan Covid-19 tiap kali ke Depok.

Waras Wasisto, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, mengapresiasi kinerja Kang Emil. Fraksi dari PDI-Perjuangan itu mengatakan berubahnya status Kota Depok dari zona merah ke oranye tak lepas dari peran Ridwan Kamil. Dia bahkan bertekad ‘mendegradasikan’ Depok dari zona merah.

“Ridwan Kamil salah satu gubernur terbaik dalam menangani Covid-19. Dia pekerja keras dan mau turun langsung ke lapangan. Terbukti hasilnya dalam dua pekan di Depok, dia berhasil membawa perubahan. Ini bukan kinerja Wali Kota Depok yang terlalu banyak wacana,” kata Waras saat berkunjung ke Media Center calon Walikota/Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia, Kamis (22/10).

Menurutnya Depok termasuk daerah yang tinggi kasus Covid-19 di Jawa Barat. Lebih lanjut dikatakan kalau Depok mendapat vaksin pertama itu wajar. Karena kasus Covid-19 berawal dari Depok dan harus berakhir di Depok pula.

“Jika bicara APBD Depok sebesar Rp 3,3 triliun kalau tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi, bohong saja Wali Kota Depok,” tuturnya ketika ditanya peran Wali Kota Depok Mohammad Idris terhadap penanganan Covid-19.

Lebih lanjut Waras menuturkan Ridwan Kamil sangat konsen dengan penanganan Covid-19. Bahkan dirinya bersedia jadi uji coba vaksin pertama.

“Sebagai pintu masuk ke Jakarta, penanganan kasus Covid-19 di Depok harus dilakukan serius. Sejak Maret Depok menjadi kota pertama di Indonesia yang terkonfirmasi kasus Covid-19, saya tidak melihat keseriusan Wali Kota Depok. Karena itu Ridwan Kamil merasa perlu berkantor di Depok,” paparnya.

Sementara itu, sebelumnya Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Rabu (21/10/2020), mengatakan Kota Depok masih berada di zona risiko sedang atau zona oranye berdasarkan rilis Satgas Pusat.

Lebih lanjut dikatakan 10 kecamatan sudah masuk zona oranye atau daerah dengan risiko penularan Covid-19 sedang. Bahkan satu kecamatan lain masuk zona kuning atau risiko rendah yakni Cinere.

Sedangkan kecamatan di zona oranye adalah Bojongsari, Sawangan, Limo, Beji, Pancoran Mas, Cipayung, Cilodong, Sukmajaya, Tapos, dan Cimanggis.

Tapi, dia mengimbau warga Depok tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan agar kasus Covid-19 semakin menurun.

“Pengaruh program penanganan Covid-19 tidak bisa instan. Tapi melalui proses yang terus menerus yang berkesinambungan,” kata Dadang.*surya