DEPOK – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, meminta Jawa Barat lebih getol dalam penanganan Covid-19.

Doni menyampaikannya dalam pertemuannya dengan Ketua Satgas Covid-19 DPRD Jawa Barat, Waras Wasisto di ruang kerjanya, Kamis (22/10).

Menurut Doni, perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia secara mingguan di berbagai daerah cenderung mengalami peningkatan yang lebih baik.

Data Kementerian Kesehatan terkini menyebut kasus aktif ada 62.455 kasus atau 16,9% dibandingkan rata-rata dunia 22,57%. Jumlah kasus sembuh kumulatif 293.653 atau 79,6% dibandingkan rata-rata dunia 74,57%.

Pada kasus meninggal 12.734 kasus atau 3,5% dibandingkan rata-rata dunia 2,85%. Penambahan kasus terkonfirmasi positif 3.602 kasus.

Khusus Jawa Barat dikatakan telah berhasil menekan kasus positif dari 34 sempat naik menjadi 2 dan kembali menekan kasus hingga peringkat 33.

Tapi Doni meminta Satgas Covid-19, Jawa Barat terus ikut memonitor dan berkordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) khususnya daerah-daerah yang masuk zona merah seperti Depok dan Bekasi.

“Kami diskusi tentang perkembangan Covid-19 di Jabar, penanganan dan antisipasi kluster baru menjelang Pilkada serentak khususnya di Jabar. Beliau meminta protokol kesehatan harus dijaga agar tidak terjadi klaster baru terutama di Depok,” kata Waras Wasisto.

Seperti diketahui, Depok sempat masuk zona merah. Tapi setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turun tangan, Depok berubah menjadi zona oranye.

Bahkan satu kecamatan lain masuk zona kuning atau risiko rendah yakni Cinere.

Sedangkan kecamatan di zona oranye adalah Bojongsari, Sawangan, Limo, Beji, Pancoran Mas, Cipayung, Cilodong, Sukmajaya, Tapos, dan Cimanggis.

“Ridwan Kamil salah satu gubernur terbaik dalam menangani Covid-19. Dia pekerja keras dan mau turun langsung ke lapangan. Terbukti hasilnya dalam dua pekan di Depok, dia berhasil membawa perubahan. Ini bukan kinerja Wali Kota Depok yang terlalu banyak wacana,” kata Waras saat berkunjung ke Media Center calon Walikota/Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia, Kamis (22/10). *Surya