Ketua JAS Kota Depok, H Muhammad Kahfi

DEPOK – Tagline: Depok Bangkit, mendapat sambutan dari berbagai masyarakat Kota Depok. Mereka sepakat Depok harus dibenahi agar bisa mengejar daerah ibu kota Jakarta lainnya.

Selama 15 tahun kekuasaan PKS pembangunan di Kota Depok tidak merata. Bahkan tidak ada yang bisa dibanggakan. Perubahan yang digemborkan Pradi Supriatna dan Afifah Alia, calon Wali dan Wakil Wali Kota Depok, dibanjiri apresiasi. Termasuk dari Jaringan Alumni Santri (JAS) Kota Depok.

Dalam video resmi yang beredar, Ketua JAS Kota Depok, H Muhammad Kahfi mengatakan perubahan itu penting dilakukan untuk menuju Depok yang lebih baik.

“Kita harus selalu melakukan perubahan, baik dalam diri kita maupun lingkungan,” kata Muhammad Kahfi.

Menyambut Hari Santri Nasional pada Kamis 22 Oktober, JAS mengusung tema perubahan Depok yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan pasangan calon nomor urut 1 Pradi-Afifah.

“Untuk menyambut hari Santri Nasional tahun 2020 ini, atas inisiatif dari teman-teman semuanya kami mengusulkan dan mendukung Doktor Kyai Haji Ahmad Damanhuri dijadikan sebagai bapak santri Kota Depok. Dedikasi beliau yang sangat luar biasa terhadap dunia pesantren di kota Depok yang telah menghasilkan ribuan alumni santri baik yang ada di kota Depok ataupun di wilayah lain,” kata M Kahfi.

Seperti diketahui Kyai Haji Ahmad Damanhuri memberikan dukunganya kepada Pradi-Afifah untuk menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok.

Jaringan alumni santri Kota Depok adalah wadah silaturahmi berkumpulnya para alumni pondok pesantren yang ada di kota Depok ataupun di luar kota Depok. Saat ini tersebar di 11 Kecamatan dan 63 Kelurahan.

Pada momentum memperingati hari santri nasional ini, jaringan alumni santri Kota Depok telah melakukan pemasangan bendera Nahdlatul Ulama yang tersebar ke masing-masing 63 Kelurahan di kota Depok.

“Kita talah pasang dari mulai Sawangan sampai ke wilayah Margonda bendera Nahdlatul Ulama sebagai rangkaian untuk menyambut hari santri nasional tahun 2020,” ujarnya.*Surya