DEPOK – Berlatar belakang seorang pengusaha, Pradi Supriatna sangat mengetahui roda perekonomian di Kota Depok, Jawa Barat. Perhatiannya terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga sangat tinggi.

“Kita akan cetak 10 ribu UMKM yang bisa menyerap tenaga kerja. Nantinya UMKM yang sudah ada kita kembangkan agar naik kelas. Ya masa mau jadi usaha kecil terus, harus naik kelas dong. Kita dorong biar besar,” ujar Pradi, calon Wali Kota Depok.

Pradi Supriatna berpasangan dengan Afifah Alia pada Pilkada Depok, 9 Desember 2020. Paslon nomor urut 1 ini berencana roadshow ke setiap pelaku UMKM Depok setiap pekannya. Kegiatan ini untuk menggugah, menyemangati sampai akhirnya Depok mampu menginvetarisir pelaku-pelaku UMKM di kota Depok.

“Kita akui database UMKM Depok belum maksimal karena itu kita perlu terjun langsung ke bawah. Selain memberi semangat kita juga wajib mempromosikannya. Tak hanya itu, sambil terjun, kita juga mendata UMKM yang belum terdata,” ujar Pradi.

Saat ini yang resmi terdata UMKM di Depok tak lebih dari tiga ribu. Ini memang belum maksimal karena Pradi yakin di satu kelurahan bisa ada seribu pelaku UMKM.

Calon Wali Kota Depok dari Partai Gerindra ini mengaku bersedia diendors gratis. Terpenting UMKM Depok maju dan berkembang. Dia meyakini UMKM bisa berkembang dan naik kelas jika dipoles serius.

“Siapa saja UMKM Depok yang mau meng-endors saya silahkan, gratis, nggak usah bayar,” ujar Pradi kepada pelaku UMKM Depok saat ngobrol santai di Pondopo Sereh Wangi Tapos, Depok, Kamis (16/10/2020).

Gerakan beli produk teman dan orang Depok beli produk Depok harus terus digalakkan. Jargon ini harus melekat di hati masyarakat agar UMKM Depok bisa berkembang dan banyak menyerap tenaga kerja. Karena saat ini sektor formal tenaga kerja ada keterbatasan. ASN saja kuotanya oleh pusat dibatasi 200 orang pertahun, maka harus ada sektor lain yg perlu dikembangkan.

“Sektor UMKM ini bisa membantu mengatasi masalah tenaga kerja. Paling tidak membantu dalam hal penyerapan tenaga kerja. Seperti ada petani ikan lele di Bojongsari yg mampu menghasilkan satu ton ikan saat panen. Usaha ini ternyata juga mampu menyerap tenaga kerja,” ujar Pradi.*