DEPOK – Afifah Alia prihatin melihat banyaknya warga Depok yang tak mampu berobat. Calon Wakil Wali Kota Depok itu mengungkapkan di Majelis Taklim Nurul Annisa, Senin (12/10).

Dalam silaturahim di wilayah Pancoran Mas tersebut, Afifah menjabarkan program berobat gratis. Menurutnya jika dirinya bersama Pradi Supriatna dipercaya memimpin Kota Depok, kesehatan warga menjadi prioritas.

Lebih lanjut Afifah mengatakan Program Berobat Gratis bagi warga cukup memperlihatkan KTP Kota Depok di RSUD. Dikatakan program ini bukan janji atau isapan jempol. Tapi, dia akan membuktikannya jika tampil sebagai pemenang Pilkada pada 9 Desember mendatang.

“Bu, program ini bukan isapan jempol belaka, tapi program ini bisa diterapkan di Depok. Contoh Kota Bekasi yang sudah lebih dulu pakai program ini. Tinggal bagaimana kita, mau atau tidak merealisasikannya,” ujar Afifah Alia.

Afifah mengaku sedih jika mendengar ada yang tidak bisa berobat karena tidak ada biaya. Sementara banyak juga yang belum terdaftar BPJS.

“Karena ternyata warga Depok banyak juga yang belum terdaftar BPJS,” tuturnya.

“Kita bisa belajar dari Kota Bekasi yang sudah menjalankan berobat gratis dengan KTP,” tandasnya Afifah.

Semangat dari program ini adalah menyederhanakan pelayanan kesehatan yang kerap dikeluhkan banyak warga tidak mampu ketika berobat di fasilitas kesehatan.

Sebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad pun angkat bicara terkait munculnya program KTP untuk berobat gratis ini.

“Jadi, jangan menyalahartikan, ya. Kalau untuk berobat gratis ada yang namanya BPJS Kesehatan oleh pemerintah pusat. Tapi jangan lupa, BPJS Kesehatan ini harus bayar iuran premi untuk kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 oleh yang bersangkutan (peserta) kecuali yang ditanggung oleh pemerintah (PBI),” kata Hasbullah seusai menghadiri deklarasi dukungan kepada pasangan calon Pradi-Afifah di wilayah Grogol, Limo, Kota Depok, pekan lalu.

Selain berobat gratis, masih banyak program yang bisa dijalankan saat Pradi- Afifah terpilih jadi walikota dan wakil walikota Depok, 2021-2026.
“Jadi ibu-ibu jangan lupa ya, tanggal 9 Desember datang ke TPS pilih nomor satu,” ujar Afifah yang langsung dijawab siap serempak oleh ibu-ibu.

Pada kesempatan itu, Afifah juga menyoroti soal kurangnya sekolah dan madrasah negeri di Depok.*surya