DEPOK – Tersendatnya pembangunan infrastruktur di Kota Depok, Jawa Barat, lantaran lemahnya lobi ke pemerintah pusat dan provinsi. Selama komunikasi itu tidak berjalan efektif, jangan mimpi Depok bisa berkembang.

Depok sebagai salah satu pintu masuk ke Jakarta. Tapi pemerintah kota Depok tak bisa memanfaatkan letak strategis itu. ‘Miskinnya’komunikasi dengan diakui atau tidak justru menghambat pembangunan di ‘kota belimbing’ tersebut

“Depok harus punya seorang walikota yang mampu berkomunikasi dengan baik ke provinsi maupun pusat. Karena memang anggaran untuk pembangunan kota sumbernya selain dari pendapatan daerah juga ada dari pusat dan provinsi,” ujar Ketua DPC Partai Golkar Depok Farabi A Rafiq saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

Lebih lanjut Farabi mengatakan Depok harus ‘menjemput bola’ ke pusat dan provinsi jika melakukan pembangunan infrastruktur. Tidak bisa mengandalkan APBD sendiri.

Tapi bukan berarti semata-mata menunggu dari provinsi dan pusat. Harus ada pengajuan dan komunikasi yang baik antara pemkot dengan pemprov dan pusat.

“Saya rasa dengan pengalamannya dan kedekatan dengan siapa pun, Pradi bisa menjadi solusi. Apalagi Pradi memiliki kemampuan komunikasi yang baik ke porvinsi dan pusat. Selain itu, koalisi partai-partai akan memudahkan komunikasi dengan provinsi dan pusat,” ujar putra dari seorang penyanyi legendaris A Rafiq ini.

Farabi juga menyoroti perihal kurangnya pembangunan sekolah negeri setingkat SMA, termasuk belum adanya MAN di Depok. “Kembali lagi ini masalah komunikasi dengan pemprov dan pusat. Kehadiran MAN di Depok juga bisa menjadi pilihan bagi warga Depok. Karena sekolah Islam terpadukan mahal,” ujar Farabi yang tengah disibukan dengan pendidikan S2 nya.

Kemampuan komunikasi Pradi dengan pemerintah pusat diperlihatkannya saat penanganan Covid 19 ini. Pradi yang mendapat kabar kurangnya APD langsung menelpon Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Dayung pun bersambut. Permintaan Pradi direspons cepat oleh menteri. “Ada ini 50 paket APD untuk Depok. Saya masih rapat nanti langsung ambil ya di staf. Alhamdulillah, terima kasih Pak Menteri,” ucap Pradi saat menghubungi Menkes Terawan beberapa waktu lalu.

Partai Golkar sendiri telah mengeluarkan Surat Rekomendasi untuk Calon Walikota, Pradi Supriatna dan Calon Wakil Walikota, Afifah Alia di Pilkada Depok 2020.

Selain mampu menjalim komunikasi dengan provinsi dan pusat, Farabi pun menilai Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1 tersebut dekat dengan milenial.

Farabi mengungkapkan, Pradi-Afifah merupakan pasangan yang paling muda di kontestasi Pilkada Depok 2020, tidak hanya sekedar mengaku-ngaku milenial. Pradi ini, kata Farabi merupakan sosok yang kerap turun di kalangan milenial.

“Komunitas motor, ya dia main motor, bulutangkis, ya dia main bulutangkis juga. Karena memang badannya masih segar. Jadi, kami lihat, Pradi dari sisi milenialnya dapat, sedangkan ibu Afifah juga termasuk yang muda, dari tahun lahirnya pun kelihatan. Nanti, orang akan paham mana yang milenial beneran,” kata Farabi.*