www.korannasional.com–Pasangan Arsyad Kasmar dan Andi Sukma (Arkas-Andi). akhirnya ditetapkan sebagai Pasangan Calon oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Luwu Utara melalui Surat Keputusan KPU Kabupaten Luwu Utara No. 401/PL.02.3-Kpt/7322/KPU-Kab/X/2020. Pasangan ini telah mengambil nomor urut, Setelah Arsyad Kasmar dinyatakan negatif, atau sembuh dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Ditemui disela-sela pengambilan nomor, Arsyad Kasmar memberikan penegasan bahwa dirinya berkomitmen untuk membangun Kabupaten Luwu Utara. “Saya komitmen sepanjang hidup saya untuk membangun Kabupaten Luwu Utara. Selama ini saya sudah cukup banyak berperan dari luar dalam pembangunan tanah kelahiran saya, dan saya rasa saya bisa banyak berbuat jika saya memimpin Kabupaten Luwu Utara ini dari dalam,” ujar Arkas, Selasa (6/10/2020).

Ketika ditanya mengenai peran calon lain dalam pembangunan, Arkas mengaku bahwa apa yang telah dilakukan Indah dan Thahar telah baik, akan tetapi banyak hal yang perlu diperbaiki lagi.

“Apa yang dilakukan oleh pendahulu saya, khususnya Ibu Indah dan Bapak Thahar, saya rasa baik. Akan tetapi masyarakat menghendaki banyak hal yang perlu diperbaiki lagi. Saya maju sebagai Calon Kepala Daerah atas kehendak dari masyarakat banyak, yang menghendaki adanya perubahan,” terang Arkas.

Lanjut Arkas, masa dari kabupaten ini berdiri hingga sekarang, Kabupaten Luwu Utara masih nomor 3 termiskin di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Ini berarti ada hal-hal yang dirasakan juga oleh masyarakat tidak banyak membawa dampak positif.

“Saya ini pengusaha yang lahir dan besar di Baebunta, saya bisa berkiprah di level nasional juga karena dukungan dari masyarakat Luwu Utara. Saya tahu betul daerah saya, tidak mungkin kalah dengan kabupaten lain di Sulawesi Selatan. Jika dikelola dengan baik, pasti Luwu Utara bangkit dan masyarakat menjadi lebih sejahtera. Inikan masalah political will. Pernyataan pokoknya adalah, Kepala Daerah tidak bisa atau tidak mau membangun Kabupaten Luwu Utara ini? Saya bisa dan saya mau membangun daerah saya dan membanggakan seluruh masyarakat Luwu Utara,” tuturnya.

Terkait dengan komitmen tersebut, Arsyad juga disinggung mengenai isu yang beredar mengenai Arsyad hanya main-main dalam setiap pencalonan pemilihan umum. Dirinya diketahui sudah 3 kali mengikuti kontestasi Pilkada Luwu Utara.

“Seperti yang sudah saya terangkan sebelumnya, saya selalu ingin mengharumkan nama tanah kelahiran saya dan ingin membangun meski sebelumnya saya berada diluar pemerintahan. Saya telah membuktikan banyak hal, dan banyak hal telah dirasakan juga oleh masyarakat Luwu Utara. Menjadi calon Kepala Daerah tentu bukan permainan, ini kegiatan serius, mana bisa main-main. Allah mentakdirkan saya untuk membangun Luwu Utara dari luar, dan dari pembelajaran saya pada kontestasi-kontestasi yang lalu, membuat saya lebih siap untuk bertarung hari ini. Banyak orang yang mengatakan pada saya, lebih baik di Jakarta jadi pengusaha ditingkat nasional. Akan tetapi bagaimana saya bisa merasa bahagia, jika masyarakat Luwu Utara masih tidak sejahtera,” jelas Arkas.

Arsyad Kasmar dan Andi Sukma, Selasa 6 September 2020, telah mengambil nomor urut di KPUD Kabupaten Luwu Utara, dengan nomor urut 3.

Menanggapi hal ini Andi Sukma mengaku bersyukur bisa mendapatkan nomor urut 3 yang dimaknai dengan Persatuan Indonesia.

“Alhamdulillah dapat nomor urut 3, ini adalah nomor Persatuan Indonesia sebagaimana tertera pada Pancasila yang menjadi pedoman kita semua. Kita tahu Luwu Utara terdiri dari multi etnis, Luwu Utara seperti Indonesia kecil, ada banyak suku, Bahasa dan agama diantara masyarakat Luwu Utara, Insya Allah kami bisa menyatukan segala perbedaan tersebut dan menjadi pemimpin bagi semua golongan demi kemajuan Kabupaten Luwu Utara tercinta,” papar Andi Sukma selepas pengambilan nomor.

Ditanya mengenai Komitmennya, Andi Sukma mengatakan bahwa dirinya 1000% berkomitmen untuk Luwu Utara. “saya dan pak Arsyad berkomitmen penuh terhadap pencalonan ini, kami sungguh-sungguh untuk membangun tanah kelahiran kami, kami all-out untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Luwu Utara, tentu dengan cara-cara yang baik,” jawab Andi Sukma.

Ketika ditanya mengenai banyaknya Calon Kepala Daerah yang menghalalkan segala cara untuk menang, Andi Sukma menjelaskan bahwa dirinya tidak akan berbuat curang.

“All-Out yang saya maksud bukan berarti menghalalkan segala cara, saya dan Pak Arsyad disini (menjadi Calon Kepala Daerah) sedang beribadah, bukan sedang mencari dosa. Kami tidak mungkin membuat malu keluarga kami, masyarakat Luwu Utara, dan juga Prof. Jimly Asshiddiqie yang juga sekarang jadi bagian dari keluarga besar AKAS (Besan dari Arsyad Kasmar-Red), beliau mengedepankan etika penyelenggara pemilu sebagai pendiri dan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum yang pertama di Indonesia, beliau juga pendiri dan Ketua Mahkamah Konstitusi Pertama di Indonesia. Kalau kami curang, kami juga mencoreng nama baik beliau,” pungkad Andi Sukma.

Seperti yang diketahui, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. merupakan tokoh nasional yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia. Dirinya juga dielu-elukan oleh masyarakat sebagai Bapak Konstitusi Indonesia atas kiprahnya dalam mendirikan Lembaga Tinggi Negara, yang bernama Mahkamah Konstitusi. Anak Kedua dari Arsyad Kasmar, yaitu Aisyah Tiar Arsyad menikah dengan Putra Sulung Prof. Jimly Asshiddiqie pada tahun 2015 yang lalu. (Map)