DEPOK – Afifah Alia wanita pekerja keras. Waktu baginya sangat berharga. Wajar jika calon Wakil Wali Kota Depok tajir melintir. Kekayaannya sekitar Rp 33 miliar.

Salah satu syarat tersebut adalah laporan harta kekayaan. Berdasarkan data yang dihimpun, dari keempat orang itu, Afifah lah yang tercatat memiliki nilai kekayaan tertinggi.

Wanita yang berlatar belakang pengusaha properti ini menuturkan, kekayaannya itu semua aset tidak bergerak. Afifah mengaku, sejumlah kendaraan yang dimiliki atas nama sang suami.

“Kalau aset bergerak atas nama suami. Harta saya berbeda dengan suami,” kata Afifah yang akan mendampingi calon Wali Kota Depok Pradi Supriatna pada Pilkada 2020.

Lebih lanjut kader partai PDI-Perjuangan ini dia telah melaporkan kekayaannya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok. Namun, dia mengaku lupa detailnya.

“Kalau enggak salah totalnya kurang lebih Rp 33 miliar,” ujar Afifah.
“Yang besar sih satu rumah di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Mungkin sekitar Rp 15 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna tercatat memiliki harta tanah dan bangunan di enam titik, dengan total senilai Rp 3.088.246.000. Kemudian untuk data dua mobil mewah yang dimiliki Pradi nilai keseluruhannya mencapai Rp 550.000.000.

Selanjutnya, kas dan setara kas Rp 215.000.000. Dengan demikian, jumlah harta kekayaan politisi Gerindra itu mencapai Rp 3,6 miliar.

Harta kekayaan yang dimiliki Afifah jauh lebih besar dari pasangan calon lainnya: Muhammad Idris dan Imam Budi Hartono. Kekayaan petahana Idris total mencapai Rp 3.116.839.224.

Berdasarkan situs resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam laporan elhkpn.kpk.go.id mencatat, data harta tanah dan bangunan di empat titik yang dimiliki Idris mencapai Rp 2.131.668.000.

Kemudian untuk kendaraan, Idris memiliki tiga mobil dan dua motor senilai Rp 588.500.000. Untuk harta bergerak lainnya senilai Rp 1.550.000. Kas dan setara kas Rp 395.121.224.

Lalu, Imam Budi Hartono tercatat memiliki lima titik tanah dan bangunan senilai Rp 8,2 miliar. Kendaraan yang dilaporkan tiga motor dengan nilai Rp 42.000.000. Harta bergerak lainnya, Rp 20.000.000.

Kemudian kas dan setara kas Rp 59.133.037. Sub total Rp 8.321.337.000. Utang Rp 337.000.000. Dengan demikian, harta kader PKS yang menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Barat itu mencapai Rp 7.984.133.037.*Sur