DEPOK – Sebanyak 44 daerah di Indonesia masuk zona merah pandemi Covid-19. Termasuk Depok. Satu-satunya wilayah di Jawa Barat.

Daerah tersebut menurut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tetap melangsungkan Pilkada serentak 2020. Hanya saja akan mendapat pengawasan lebih ketat.

Bawaslu kota Depok yang diketuai Luli Barlini mengatakan peraturan Pilkada 2020 sama dengan 2015. Peraturan tersebut sudah dirumuskan secara nasional.

“Yang membedakan adalah protokol kesehatan karena menyangkut situasi pandemi Covid-19,” kata Luli Barlini dalam diskusi dengan wartawan Depok Media Center (DMC), Jumat (11/9).

Lebih lanjut Luli mengatakan pelaksanaan Pilkada di daerah zona merah dengan daerah lainnya sama saja.

“Pelaksanaan Kota Depok harus diperketat karena zona merah. Tentu kami akan bekerja ekstra untuk melakukan pengawasan,” tutur Luli.

Luli meminta para kandidat peserta Pilkada kota Depok tak melibatkan kerumunan massa saat berkampanye, sehingga warga terhindar dari penularan Covid-19.

“Soal sanksi pelanggar kepada kontestan Pilkada yang melanggar protokol kesehatan saat ini tengah digodok,” ujarnya.

Tapi menurutnya sanksi akan dijatuhkan jika peserta telah mendapat teguran pertama dan kedua.

Luli mengatakan, meski di masa pandemi Covid-19, pihaknya tidak akan lengah melakukan pengawasan walaupun harus dilakukan secara jarak jauh.

“Kami punya tim cyber patrol, jadi nanti bisa online,” tegasnya.

Pelaksanaan Pilkada Depok 2020 akan berlangsung pada 9 Desember 2020. Pilkada dilaksanakan serentak di 224 Kabupaten dan 37 kota di Indonesia salah satunya Kota Depok.*sur