Depok – Afifah Alia kecewa mendapat perlakuan seksualitas verbal.
Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Depok ini tengah mempertimbangkan melakukan proses hukum.

“Ini sikap politik kami. Kami tengah mempertimbangkan ke arah sana. Apalagi kasus pelecehan terhadap perempuan di Depok sangat tinggi. Ini tidak boleh terulang,” kata Ikravany Hilman, Sekretaris DPC PDI Perjuangan kota Depok, Kamis (10/9) malam.

Afifah merasa mendapat perlakukan pelecehan seksual verbal oleh calon Wakil Wali Kota Depok yang diusung PKS, Imam Budi Hartono (IBH), pasangan petahana Mohammad Idris.

Peristiwa itu terjadi saat pasangan calon wali kota Depok melakukan tes kesehatan di RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/9).

“Pak Imam dalam lontarannya mengatakan, bu Afifah sekamar sama saya saja,” kata Afifah mengurai pengalaman pahitnya di kantor DPC PDI Perjuangan kota Depok, Kamis (10/8).

Menurut Afifah ketika itu dia dipanggil seorang perawat yang menyebut dirinya mendapat kamar 322. Namun dia shock ketika IBH mengeluarkan kata-kata yang tak senonoh.

“Buat saya itu tidak pantas. Pelecehan seksual itu bukan candaan,” ujar Afifah.

Afifah yang merupakan wakil ketua bidang perempuan dan anak PDI Perjuangan kota Depok menjelaskan, bahwa yang disampaikan IBH termasuk dalam kategori pelecehan verbal.

“Saat itu saya merasa geram namun memilih diam. Saya pun menghindar saat bertemu IBH keesokannya. Saya menyerahkan kepada kuasa hukum partai,” tuturnya.

Afifah makin nyesak lantaran petahana wali kota Depok Mohammad Idris yang menjadi pasangan IBH, tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk ke arah IBH.

“Saya makin terasa dilecehkan karena Pak Idris tertawa terbahak sambil menunjuk ke pak Imam. Seolah olah dia mengaminkan kelakuan calon wakilnya,” jelas Afifah.

IBH berkilah dirinya tidak melakukan pelecehan verbal. Dia menyebut Afifah karena cucunya yang berumur 1,5 tahun juga bernama Afifah.

Ditegaskan Imam bahwa dirinya memahami bahwa tidaklah mungkin dia ingin tidur bersama apalagi di rumah sakit.

“Kalau tidur bareng ya sama istri ya pastinya. Saya tidak ada niat sama sekali untuk melecehkan Bu Afifah. Saya mau minta maaf juga bagaimana ya karena Bu Afifah sendiri yang tidak mendengar perkataan lengkap saya,” tutur Imam.

Dalam kasus pelecehan seksual banyak yang sifatnya candaan. Tapi yang penting digaris bawahi candaan itu tidak tepat pada tempatnya.

“Budaya seksisme itu perempuan acap jadi candaan. Jika dibiarkan ini bisa berbahaya,” kata Ikravany.

“Apa yang terjadi kemarin tidak bisa dijadikan candaan. Apalagi seolah olah diamini dengan pak Idris dengan tertawa. Tidak pantas dilakukan oleh calon pemimpin di kota Depok,” tandasnya.*sur