DEPOK – Pilkada Depok belum dimulai. Tapi, salah satu pasangan calon telah ‘offside’. Imam Budi Hartono (IBH) disinyalir melakukan pelecehan seksual verbal. Korbannya: Afifah Alia!

Peristiwa itu terungkap saat pasangan calon Wali Kota Depok melakukan tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/9).

IBH – calon Wakil Wali Kota Depok yang diusung dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)- pasangan calon Wali Kota Depok Mohhamad Idris – berseloroh mengajak Afifah untuk satu kamar saat pembagian kunci kamar penginapan.

Kontan Afifah terkejut. Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Depok ini tak menyangka IBH mengeluarkan kalimat yang tak senonoh. Kader wanita dari PDIP ini memilih diam. Tapi, sebagai wanita hatinya menangis karena merasa dilecehkan.

“Pak Imam Budi, dalam lontarannya mengatakan, bu Afifah sekamar sama saya saja. Buat saya itu tidak pantas. Belum kenal, baru pertama kali bertemu, kok seperti itu,” ujar Afifah yang pengalamannya diceritakan di group WhatsApp (WA) Depok Media Centetr (DMC), Kamis (10/8).

“Saat itu saya merasa geram, namun memilih diam. Saya sadar posisi saya yang belum pernah menjabat apa-apa sebelumnya. Saya hanya warga biasa. Saya juga sudah dengar beberapa cibiran orang, perempuan kok berani-beraninya ikutan Pilkada kota. Saya yang sesama kandidat saja dengan entengnya dilecehkan oleh kandidat lain, karena saya perempuan,” Afifah menuturkan.

Ena Nurjanah Ketua LPA Generasi, Satgas Perlindungan Anak dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Depok, angkat bicara.

Ena prihatin terhadap pelecehan seksual yang dialami Afifah. Dia berharap peristiwa ini jadi cambuk agar tidak terulang. Menurutnya terhadap perkataan yang mengandung unsur pelecehan seksual, sekalipun itu dengan maksud candaan, yang dikeluarkan oleh calon pemimpin kota Depok, tidak patut dilakukan.

“Apalagi dikatakan kepada kandidat perempuan yang juga calon pemimpin. Seharusnya level calon pemimpin tidak melakukan candaan diluar batas kewajaran dalam sebuah relasi yang sehat. Belajarlah untuk menghargai kaum perempuan sejak berniat jadi calon pemimpin negeri ini,” kata Ena.*

Ketika dikonformasi IBH malah balik bertanya, kira-kira abang percaya nggak?

Apakah IBH mau mengkarifikasi? Pertanyaan itu belum dijawab diketika berita ini dipublish.*sur