JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima para pengusaha beras di Istana Merdeka Jakarta,  Kamis, untuk mengetahui kondisi perberasan baik di Jakarta maupun di daerah-daerah .

“Pagi hari ini saya tidak ingin bicara banyak, tetapi saya ingin mendengarkan situasi dan kondisi mengenai perberasan baik di pasar maupun daerah dan ke depannya akan seperti apa,” kata Presiden.

Presiden Jokowi ingin mengetahui kondisi perberasan baik di pasar pasar seperti Pasar Induk Cipinang maupun di daerah daerah.

Dalam pertemuan tersebut Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

Sementara pengusaha beras terdiri dari sejumlah pihak antara pedagang di Pasar Induk Cipinang,  Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia dan pengusaha lain.

Wakil pengusaha beras dari DPD Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia Billy Haryanto menyebutkan masalah perberasan saat ini sudah aman, termasuk harga dan stok di Pasar Induk Cipinang.

“Saya jamin, makanya Presiden mau ke Cipinang saya larang, ngapain kan nyapek-nyapekin dan Presiden kan juga sudah capek,” katanya.

Billy juga meminta Presiden Jokowi tidak termakan isu yang dilontarkan pihak-pihak tertentu yang menyebutkan bahwa harga beras dan sejumlah komoditas di pasar tradisional mengalami kenaikan.

“Enggak ada harga beras naik. Hoaks itu. Kami ini pedagang maunya adem. Kalau harga mahal ya kami juga enggak mau,” ujar Billy.

Ia meminta masyarakat tidak khawatir dengan stok dan harga beras.  Apalagi, ia memperkirakan pada Februari 2019 sudah mulai memasuki musim panen padi lagi.

“Panen pada Februari nanti akan berlanjut hingga Maret dan seterusnya sehingga pada April masih ada panen raya,” katanya.

Senada dengan Billy,  Ketua DPD Perpadi DKI Jakarta Nellis mengatakan pada Januari 2019 harga beras cukup stabil.

Sementara itu Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya,  Arief Prasetyo sebelum pertemuan mengatakan harga beras dan stok sudah aman. “Harga pangan terutama beras sudah stabil, dan suplai aman,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, stok beras di Tanah Air sangat cukup, bahkan berlebih.

Saat panen raya, Februari hingga Mei 2019, Bulog akan menyerap beras 1,8 juta ton. Sementara hingga saat ini masih ada stok beras di gudang Bulog sebanyak 2,1 juta ton.

Oleh karena itu, Bulog berencana melakukan ekspor. “Jadi produksi (beras dari petani) bukan untuk disimpan, tapi untuk dijual ke negara lain,” ujar dia.

Harus ada sinergi

Ketua DPD Perpadi DKI Jakarta Nellis mengatakan, “Presiden Jokowi mengapresiasi adanya kerja sama dan koordinasi yang baik sehingga harga beras terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir di bulan Januari, harga beras sangat stabil.”

Sementara itu, Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso mengatakan dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menekankan perlu membangun sinergi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan petani dalam masalah perberasan.

“Kalau kaitannya bagaimana produksi, sekarang kan sudah mulai panen, jadi situasi stok cukup. Sampai dengan enam bulan ke depan, setidaknya aman,” katanya. (ant/ist)