JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, berbincang dengan media mengenai isu hoax yang marak beredar di tengah situasi tahun politik. Semakin dekat dengan Pilpres tahun 2019, kritik yang ditujukan kepada pemerintah juga jadi semakin meningkat.

Banyak kritik dan pertanyaan kepada pemerintah tentang ekonomi, infrastruktur, permasalahan sosial dan lainnya. Sayangnya, beberapa kritik sering disalahgunakan oleh sejumlah pihak menjadi hoax atau berita bohong.

Moeldoko mengatakan bahwa penanggulangan hoax yang dilakukan pemerintah saat ini harus dilakukan bersama-sama dengan masyarakat. Harus ada kesadaran bersama dalam menyeleksi berita. Permasalahan hoax bukan masalah yang sepele karena dapat menimbulkan perpecahan bangsa dan pesimisme akan masa depan bangsa.

“Permasalahan hoax tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah, perlunya kesadaran bersama untuk menyikapi situasi ini dengan waspada sehingga bisa membedakan antara hoax dan kritik, sehingga tidak akan membawa bangsa kita menjadi bangsa yang pesimis,” jelas Moeldoko.

Permasalahan hoax memang harus ditangani secara serius dan negara harus tegas menindak hoax yang tersebar di negara ini sesuai hukum dan regulasi. Dalam menanggapi hoax yang berasal dari kritik, pemerintah mempunyai team khusus untuk menelusuri permasalahan sehingga langsung dapat ditangani. Moeldoko menegaskan bahwa kita harus tetap optimis terhadap pemerintah. “Pemerintah sekarang sudah terbukti memiliki pencapaian untuk bangsa,” tuturnya.

Pertumbuhan ekonomi sekarang mencapai angka 5,15%. Dilihat dari perkembangan global yang sedang tidak stabil, angka ini merupakan pencapaian yang baik bagi Indonesia. Terkait masalah pengangguran, kondisi sekarang sudah mencapai angka 9 juta penyerapan tenaga kerja dari 10 juta penyerapan yang dijanjikan. Ini juga merupakan sebuah pencapaian.

Infrastruktur fisik seperti pelabuhan, bandara, bendungan dan waduk, jalan tol serta fasilitas lain dalam perhubungan sudah dibangun di berbagai pelosok Indonesia. Pembangunan infrastruktur di bidang sosial untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo agar Indonesia dapat bersaing di pasar dunia. Di bidang pertanian, infrastruktur pertanian juga diprioritaskan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi sudah berhasil melakukan optimalisasi daerah aliran sungai dan irigasi. Pengembangan infrastruktur ini juga dapat membantu peningkatan pertanian Indonesia. Semua pembangunan itu bertujuan untuk menciptakan keadilan yang merata bagi seluruh bangsa.

“Kita juga bisa menikmati stabilitas politik dan ekonomi saat ini yang berjalan dengan baik dan bisa menarik banyak investor masuk ke Indonesia. Pemerintah terus fokus kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga ketika investor masuk, kita pun siap,” tutup Moeldoko.(kn1)