www.korannasional.com-Sebelum baku tembak antara Densus 88 Antiteror dengan kelompok terduga teroris di Yogyakarta terjadi, Sabtu (14/7/2018), seorang terduga sempat menyandera seorang warga dan merampas sebuah truk.

Baku tembak terjadi di Jalan Kaliurang Km 9 Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Biworo, warga setempat, menyatakan korban penyanderaan adalah kakak iparnya sendiri yang sedang duduk-duduk di depan rumahnya.

“Sebelum terjadi baku tembak, satu pelaku sempat menyandera Sulis Khusnul Qotimah dan merampas truk yang melintas di kampung,” ujarnya seperti dilansir Antara, Minggu (15/7).

Biworo mengungkapkan kakak iparnya berhasil meloloskan diri dari sandera pelaku setelah berontak dan diselamatkan anggota polisi berpakaian preman.

“Sebelum menyandera kakak ipar saya, satu pelaku terlebih dahulu menyandera truk. Truk tersebut dikemudikan dari arah utara, kemudian belok kiri ke rumah warga dan menabrak dua motor. Saat truk berhenti, supir yang disandera berhasil menyelamatkan diri,” paparnya.

Biworo melanjutkan setelah truk menabrak garasi warga, terduga teroris tersebut kemudian menyandera Sulis. Terduga teroris itu disebut membawa celurit.

Menurutnya, kondisi di lokasi pascabaku tembak cukup berantakan. Mobil Agya merah milik Sulis pecah di bagian kaca dan tampak seperti bekas proyektil.

Beberapa bagian rumah Sulis juga rusak dan kacanya pecah. Demikian juga rumah beberapa warga lainnya yang mengalami pecah kaca.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto menyebutkan tiga orang terduga teroris tewas dalam baku tembak tersebut.

Sumber : ANTARA