www.korannasional.com-Pemprov DKI Jakarta menargetkan hingga akhir tahun ini 2.609 unit angkutan kota dapat bergabung dengan program One Karcis One Trip (OK Otrip).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menargetkan 11 operator bisa bergabung dalam program OK Otrip dan bisa melayani 30 trayek. Meski demikian, saat ini pencapaian target tersebut baru sekitar 20%.

“Kita ingin ini lebih digiatkan lagi dan diakselerasi. Bapak Gubernur DKI Jakarta [Anies Baswedan] dan saya memberikan target akhir bulan ini ada pertumbuhan yang signifikan,” kata Sandi.

Menurutnya, kendala yang dihadapi OK Otrip saat ini yakni Transjakarta dan operator belum mencapai kesepakatan terkait harga. “Salah satu yang menjadi titik yang belum bisa disetujui antara operator dan Transjakarta yang dijembatani Dinas Perhubungan DKI adalah jumlah rupiah per km,” ujarnya.

Dia menambahkan terkait dengan harga, diharapkan bisa segera dirumuskan dan disepakati bersama. “Jadi nanti dibuka [dialog] dan Badan Pengadaan Barang dan Jasa [BPBJ] yang menghitung satuannya. Mudah-mudahan ada terobosan. Janjinya, Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta Sri Haryati mungkin satu pekan ini akan dapat terobosannya dan mulai disosialisasikan kepada para operator,” paparnya.

Selain itu, jarak tempuh angkutan kota menjadi salah satu kendala dari program OK Otrip ini. Seperti diketahui, trayek angkutan kota di Tanah Abang belum bisa mencapai sesuai target yang ditetapkan Pemprov DKI sepanjang 150 km.

“Jarak tempuh juga tadi menjadi salah satu hal yang harus kita sepakati. Karena yang di Tanah Abang itu tidak sampai 150 km per hari,” jelas Sandi.

Sementara itu, karena berbagai pihak belum mencapai kesepakatan terkait harga dan jarak ini, Pemprov DKI masih mempertimbangkan opsi perpanjangan uji coba OK Otrip.

“Deadline untuk uji coba [selesai pada] 15 Juli. Jadi kita akan coba cek apakah ini bisa kita lakukan mungkin perpanjangan secara singkat,” ungkapnya.(jbbi)