www.korsannasional.com – Idul Fitri dapat disebut hari raya kemenangan. Pada hari sakral itu, umat Islam yang telah menunaikan ibadah Ramadhan meraih kemenangan dengan terlahir kembali kepada fitrah kemanusiaan yang suci dan kuat hati.  

Idul Fitri juga dapat dimaknai sebagai hari raya kesucian dan kekuatan. Fitrah tidak hanya bermakna suci, tetapi juga kekuatan. 
 
Di hari yang fitrah itu pun menjadi ajang saling bermaafan dan silaturahmi, selain saling beranjangsana sesama keluarga dan kerabat.

Bagi warga Permata Depok, Sektor Nilam, RT 005/7 Kelurahan Pondok Jaya, Depok, Jawa Barat, tradisi itu sudah berjalan sejak perumahan tersebut berdiri pada 2003.

Sehabis salat ied, seluruh warga berkumpul di depan mushola Al Qalam dan lapangan. Pun pada Idul Fitri, Jumat (15/6). Lebih dari 100 warga saling maaf memaafkan. Suasana komplek “rasa kampung” yang guyup benar-benar tercipta sepanjang 5 periode pergantian RT.

“Inilah nikmatnya tinggal di Nilam. Suasana seperti ini belum tentu ada di komplek lain,” kata H Kusnan Witoyo, salah satu tokoh masyarakat di komplek tersebut.

Menurut Kusnan bukan hanya pada lebaran warga Nilam kumpul. Tapi sejak masuk bulan Ramadhan juga menggelar salat tarawih bersama. Kemudian dilanjutkan dengan tadarusan untuk anak-anak yang dipimpin ustaz Herdy, Ngatijo dan pengurus DKM lainnya.

“Beberapa warga pulang kampung, termasuk ketua RT dan pengurusnya. Tapi, tradisi berlebaran tetap berjalan,” ujar kata Ketua RT periode pertama Sutrisno.

Selesai bersalam-salaman, para warga foto bersama. Kemudian diperkenankan kembali ke rumah masing-masing atau melanjutkan silaturahim ke famili.

“Bagi warga yang belum sempat ikut berlebaran hari ini karena mudik, nanti akan kumpul lagi saat acara halal bihalal,” tutur Kusnan yang langsung “mudik” ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan.*Suryansyah