www.korannasional.com – Mitra Pers Depok (MPD) bukan sekadar komunitas wartawan yang acap memberikan informasi seputar kota Depok. Tapi juga peka terhadap sesama dalam kehidupan bermasyarakat.

MPD yang digawangi Joko Warihnyo pun saling berbagi dengan menggelar Bukber (buka bersama) dan Santuan Anak Yatim, Minggu (10/6).

Bertema: ‘Dengan bula puasa bersama tingkatkan keimanan dan ketaqwaan menuju insan Pres Religius’, Joko mengundang Anak Yatim wilayah Sukmajaya di Rumah Makan Pondok Ikan Gurame, Depok.

Hadir dalam acara MPD Peduli ini, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, Anggota DPRD Jawa Barat, Hasbullah Rahmat, KH. Abu Bakar Madris dan awak media cetak, tv dan elektronik yang bertugas di Depok.

“Bukan soal berapa banyak yang kami santuni. Tapi bagaimana kita yang diberi nikmat dapat berbagi dengan mereka yang membutuhkannya,” kata Joko Wahinyo, ketua MPD.

Selain itu katanya acara ini juga menjalin silahturahmi dengan insan pers yang ada di Kota Depok.

“Berbagi pada sesama itu indah, dengan silaturahmi seperti sekarang ini, menunjukan bahwa insan pers di Depok bersatu. Terima kasih biat semua teman-teman pers yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir,” ucapnya.

Sedangkan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengaku kaget dengan banyaknya media yang hadir. Itu berarti wartawan sangat peduli dengan kegiatan sosial. Menurutnya tidak mudah mengumpulkan sekitar 100 wartawan dalam sebuah kegiatan di bulan Ramadan ini.

“Pers itu ibarat jendela rumah. Artinya semua informasi itu memberikan penyegaran pengetahun kepada masyarakat. Termasuk informasi kepedulian antar sesama yang digagas MPD ini,” kata Pradi.

Disadari di satu pers dituntut profesional dan proposional. Namun dinamikanya sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan.

“Tak semua berita yang dibuat wartawan itu harus manis. Tapi wartawan juga harus berani mengkritisi selama itu benar dan untuk membangun kota ini. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan pers Depok dengan segala kritisi pemberitaannya. Sering muncul pemberitaan dengan judul yang bombastis, setelah dibaca isinya adem,” ujar Pradi dengan gayanya yang khas.

Di satu sisi, Hasbullah Rahmat, mengatakan pemerintah butuh wartawan untuk disampaikan kepada masyarakat mengenai segala aktivitasnya.

Sebaliknya wartawan butuh informasi data yang akurat untuk bahan berita. Tapi wartawan punya hak untuk memilah mana berita yang patut disampaikan ke masyarakat.

“Depok tak permah krisis berita. Depok secara geogradis sangat strategis. Dalam kehidupan ini Depok adalah miniaturnya Indonesia. Semua suku ada di sini,” ujar Hasbullah.

Dia berharap media dukung program pemerintah kota depok. Hasbullah mengatakan dirinya di DPRD Provinsi selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Depok.

“Saya sering berdiskusi dengan Bang Pradi. Semoga apa yang saya perjuangkan seperti pengadaan SMA Negeri serta stadion untuk Kota Depok dapat terwujud,” imbuhnya.*surya