www.korannasional.com-Tabu moitomo, makanan khas Gorontalo ini memiliki nama lain “Kuah Bugis”. Masakan berkuah ini memiliki nilai prestise lantaran merupakan makanan yang kaya akan rempah-rempah/ superspice.

Pengamat kuliner Arie Parikesit menuturkan, tabu moitomo menjadi makanan khas Gorontalo yang paling bergengsi. Pasalnya, masakan berupa daging atau iga ini mengandung sebanyak 30 rempah yang menciptakan nilai kelezatan yang tinggi.

“Rempah pada tabu moitomo sangat kompleks, hingga 30 rempah. Hampir semua bumbu dapur yang kita kenal ada semua di masakan ini. Jahe, lengkuas, sereh, pala, merica, dan masih banyak lagi,” kata Arie.

Arie menjelaskan bahwa bahan pembuatan masakan berkuah ini cukup mahal dan bergengsi sehingga lebih banyak disajikan di acara-acara khusus seperti acara pernikahan atau acara adat dimana tabu moitomo menjadi salah satu hidangan utamanya.

“Saat acara-acara khusus, tabu moitomo yang disajikan spesial dari makanan sehari-hari. Memang masakan ini sangat bergengsi. Boleh dibilang mengangkat derajat dari pembuat acara jika menyajikannya,” katanya.

Pembuatan tabu moitomo sebenarnya tidak jauh berbeda dengan memasak konro atau rawon yang sama berkuah.

Untuk bahan rempah-rempah yang harus ada yakni kelapa parut, bawang merah dan bawang putih, cabai merah besar dan cabai rawit sesuai selera. Selain itu, siapkan ketumbar, merica, jinten halus, kunyit bakar, serai, lengkuas yang dipotong menjadi kecil, jahe bakar, asam jawa, daun kemangi, daun jeruk, daun pandan, daun bawang, terakhir garam.

Cara memasaknya, rebus daging hingga matang kemudian sisihkan. Sementara itu, sangrai kelapa parut hingga kecokelatan dan tumbuk kelapa sampai mengeluarkan minyak.

Bumbu harus ditumbuk dengan cara tradisional. Hindari menggunakan blender supaya rasa dan aroma rempahnya tetap awet.

Campurkan bawang merah dan bawang putih, cabai merah besar dan cabai rawit, ketumbar, merica, lengkuas, serai, kunyit, jahe, jintan dan garam. Tumbuk semua bahan tersebut hingga halus.

Kemudian, campur bumbu yang telah ditumbuk halus dengan daun bawang, daun kemangi, daun pandan, daun jeruk, kelapa sanngrai, dan tumis hingga matang. Masukkan bumbu yang sudah ditumis ke dalam rebusan daging hingga bumbu meresap. Jika bumbu sudah teresap sempurna dan aromanya wangi berarti tabu moitomo siap disajikan.

“Kebanyakan tabu moitomo disajikan dengan lontong karena terasa pas dan cocok dengan kuahnya dibandingkan dengan nasi,” ujarnya.

Lontongnya cukup berbeda dibandingkan dengan lontong pada umumnya, yakni berbentuk persegi panjang dan tipis.(jbbi)