www.korannasional.com-Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko mengatakan kekayaan budaya dapat menjadi instrumen penarik minat wisatawan maupun investor dari luar negeri untuk mengunjungi ataupun mengembangkan bisnis di Indonesia.

Pariwisata di Indonesia, papar Moeldoko, menunjukkan peningkatan kunjungan yang sangat besar dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Adapun, sektor yang menjadi instrumen utama bukan hanya kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga kesenian dan kebudayaan yang berakar secara kuat di tengah masyarakat.

“Datanglah! Saya jamin para wisatawan akan aman dan nyaman menikmati Indonesia. Para investor akan aman berinvestasi di Indonesia,” ujar Moeldoko di Gedung Teater Garuda, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, (1/6) dalam acara bertajuk “Langit 7 Bidadari”.

Terkait dengan masalah keamanan, Moeldoko menegaskan kepada para wisatawan yang mengunjungi Indonesia bahwa keamanan dalam negeri Indonesia sangat baik, sekalipun ada segelintir oknum yang ingin merusaknya.

“Aparat keamanan sangat sigap dan bertindak cepat untuk mengatasi aksi-aksi kekerasan dan teror,” paparnya.

Selain itu, Moeldoko menekankan, faktor keamanan juga dijamin oleh pemerintah yang melakukan upaya maksimal untuk melindungi setiap warganya, termasuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui investasi di segenap penjuru negeri, dan pariwisata, merupakan penggerak roda perekonomian yang secara cepat mendorong munculnya titik-titik ekonomi baru di hampir seluruh penjuru negeri.

Dalam hal ini, sektor pariwisata di Indonesia didorong oleh dua mesin utama, yakni kekayaan keindahan alam dan kekayaan seni budaya.

“Pertunjukan kesenian teater mengemban misi untuk lebih menghargai dan peduli pada budaya negeri sendiri serta kekayaan alam Indonesia. Kekayaan alam dan budaya adalah warisan yang harus selalu dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.

Moeldoko menambahkan diadakannya pagelaran seni juga bertujuan memberikan pendidikan kepada masyarakat melalui pertunjukan kesenian dan membangkitkan kecintaan kembali kepada budaya bangsa dan menggelorakan semangat kebangsaan.(jbbi)