www.korannasional.com-Cendekiawan muslim Dawam Rahardjo meninggal pada Rabu (30/5/3018) sekitar pukul 21.55 WIB di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Ya benar, mohon didoakan,” kata Jauhari Rahardjo, anak Dawam, seperti dilansir Tempo.

Dia belum menjelaskan penyebab meninggalnya Dawam. Namun, beberapa bulan lalu, ahli ekonomi dan pemikir Islam ini sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dawam diketahui terkena penyakit diabetes, jantung, dan stroke.

Jauhari menuturkan jenazah ayahnya akan segera dibawa ke kediamannya di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur setelah semua proses di rumah sakit selesai.

“Mungkin besok akan dikebumikan,” ujarnya.

Dawam merupakan tokoh Muhammadiyah yang kritis terhadap diskriminasi terhadap pemeluk Ahmadiyah di Indonesia. Dia dikenal konsisten membela prinsip-prinsip kesetaraan dan pluralisme seperti mendiang Yap Thiam Hien.

Akibat pembelaannya terhadap Ahmadiyah, Muhammadiyah memecat keanggotaannya secara tak langsung.

Dawam juga banyak menulis buku, baik tentang ekonomi maupun tentang agama Islam. Dia tercatat pernah menjadi ketua ICMI se-Indonesia, pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur’an, dan ketua yayasan ELSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat).

Dalam meniti karir, Dawam pernah bekerja sebagai Staf di Departemen Kredit Bank of America, Jakarta pada 1969. Namun, setelah dua tahun bekerja di perusahaan tersebut, dia memutuskan berhenti.

Selepas dari Bank of America, Dawam bergabung di Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial (LP3ES) sebagai staf peneliti.

Lambat laun posisinya merangkak naik menjadi Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan hingga akhirnya menjadi direktur. Saat di LP3ES inilah, pengetahuan Dawam tentang ekonomi kerakyatan bertambah.

Sejak itu, tulisan maupun esainya mengenai ekonomi dan politik tersebar di media massa. Dawam juga tetap aktif menulis jurnal dan buku.

Beberapa karyanya yang terkenal adalah “Esai-esai Ekonomi Islam”, “Intelektual, Intelegensia, dan Perilaku Politik Bangsa”, “Risalah Cendekiawan Muslim”, “Perspektif Deklarasi Makkah, Menuju Ekonomi Islam”, “Masyarakat Madani, Kelas Menengah dan Perubahan Sosial”, “Ensiklopedia Al-Quran, Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci”, “Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi”, dan “Islam dan Transformasi Sosial Budaya”.

Sumber : Tempo