www.korannasional.com-Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan bahwa partainya kembali mengusung ajaran Soeharto tentang Trilogi Pembangunan sebagai solusi atas karut-marutnya negara belakangan ini.

“Trilogi yang diperbarui, intinya adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan pembangunan dan stabilitas nasional yang mantap,” ujarnya dia beralasan bahwa tanpa panduan yang jelas, arah pembangunan Indonesia akan melewati lorong yang gelap.

Mantan wakil ketua DPR tersebut kemudian menjelaskan sejumlah persamaan dengan Partai Golkar dan partai lainnya. Partai Berkarya, ujarnya, sama-sama mengusung keindonesiaan, kebangsaan, bhineka tunggal ika, Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Yang membedakan ialah Partai Berkarya kini dipimpin langsung Hutomo Mandala Putra, trah Soeharto,” kata Priyo dalam peryataannya, Senin (21/5).

Dalam beberapa kesempatan, mantan Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Golkar itu mengungkapkan alasan kepindahannya dari Golkar ke Partai Berkarya adalah karena figur Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

“Saya melihat figur Tommy sebagai komandan tertinggi berkarya dan menjadi pertimbangan utama saya. Sehingga saya tenang memutuskan mendampingi putra bung Harto langsung di kans Soeharto,” ujar Priyo.

Priyo mengatakan dipertemukan dengan takdirnya saat diajak langsung Tommy untuk masuk Berkarya. Dia mengaku terhipnotis dengan trah Soeharto, sehingga setuju dengan tawaran tersebut. Dia pun segera menerima jabatan sebagfai Sekjen Partai Berkarya.

Priyo mengaku telah bertemu dengan mantan ketua umum Partai Golkar Akbar Tandjung dan tokoh senior BJ Habibie. Keduanya telah memberikan restu atas kepindahannya tersebut, ujarnya.(jbbi)