www.korannasional.com-Direktur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta, William Sabandar, mengatakan persetujuan pinjaman (loan agreement) untuk koridor I fase II Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan memasuki tahap finalisasi.

Dia menuturkan surat tersebut telah diterima oleh Pemprov DKI dan dilanjutkan ke Baperencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Menteri Bappenas sudah bersurat juga ke Menkeu. Sekarang kami tunggu Menkeu bersurat ke Pemerintah Jepang. Berdasarkan itu, kami berharap loan agreement bisa ditandatangani Juni,” katanya ketika ditemui di Balai Kota, Jumat (18/5/2018).

Menurutnya, surat Menkeu ke Japan International Cooperation Agency (JICA) merupakan langkah terakhir sebelum penerbitan loan agreement.

Delegasi Jepang, lanjutnya, telah datang ke Indonesia untuk memastikan proyek fase II siap dilaksaksanakan. William menambahkan Presiden Joko Widodo menargetkan groundbreaking kelanjutkan proyek tersebut bisa dilaksanakan pada Desember 2018.

“Beberapa hal teknis yang mereka [JICA] minta. Berdasarkan itu, mereka lihat bahwa kami siap. Mereka lantas mengeluarkan government official request kepada pemerintah jepang,” imbuhnya.

Adapun, Ada beberapa hal yang akan dinilai atau dicek oleh lembaga yang berkantor di Tokyo tersebut, misalnya kesiapan lahan sepanjang Bunderan HI-Kampung Bandan, desain rel dan stasiun, serta kepastian warga terdampak proyek.

Kepastian status lahan menjadi faktor krusial yang dinilai oleh JICA. Pasalnya, lamanya proses pembebasan lahan saat pembangunan fase I menimbulkan hambatan proyek transportasi massal tersebut.

Seperti diketahui, PT MRT Jakarta sudah mendapat persetujuan DPRD DKI untuk mendapat peminjaman uang Rp 25,1 triliun.

Dana itu digunakan untuk pembangunan fase II MRT rute Bundaran HI – Kampung Bandan sebesar Rp22,5 triliun dan biaya variatons order dan price adjustment fase I sebesar Rp2,56 triliun. Persetujuan diberikan DPRD DKI pada Jumat (25/8/2017).(jbbi)