Rakernas HKTI.

KORANNASIONAL.COM- Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal Purn Dr Moeldoko mengingatkan para pengurus HKTI untuk meningkatkan eksistensi HKTI di masyarakat.

Moeldoko yang menjabat sebagai Ketum HKTI sejak 10 April 2017 menyampaikan dalam setahun terakhir HKTI melakukan konsolidasi dan sosialisasi. Kini “branding” HKTI semakin kuat, kian dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh petani.

“Alhamdulillah eksistenai organisasi cukup bagus.
Eksistensi di lapangan, melalui perilaku dan langkah kegiatan bukan hanya panen seragam,”tuturnya saat memberikan pengarahan pengarahan kepada sekitar 250 pengurus HKTI pusat dan daerah serta organisasi otonom dan organisasi sayap HKTI pada Rapat Kerja Nasional di Gedung Krisa Bhakti, Jakarta, Senin 30 April 2018.

Panglima Tani ini meminta pengurus HKTI muncul hilang seperti angin. Eksistensi HKTI bukan hanya seremoni pakai seragam. “Jangan lagi HKTI hanya sebagai organsoaai “grutak grutuk”…,”ungkapnya.

Dalam peran dan fungsi HKTI harus bekerjakeras. Banyak hal yang dilakukan HKTI memberi solusi bagi petani. Kegiatannya harus menyentuh akar rumput (grassroot) karena petani ada disitu. HKTI harus menjadi entitaa organisasi yang memberikan manfaat.

HKTI menyelenggarakan berbagai kegiatan diantaranya Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) pada 28 Juni – 1 Juli 2018 merupakan bagian dari eksistensi bagi masyarakat, bangsa, dan kawasan di Asia.

Apa yang harus dilakukan ke depan? Kata mantan Panglima TNI ini, HKTI harus terus memperkuat “branding”, konsolidasi dan membenahi organisasi, disiplin dan loyalitas para organisasi. Dan melalukan langkah nyata, kerja memberikan solusi petani.

Untuk mewujudkan itu semua, ungkap Kepala Staf Presiden RI itu, onsan HKTI harus melakukannya dengan hati, satu komando, dan mengembangkan inisiatif-inisiatif.

“HKTI hadir memberikan solusi, jangan hadir menjadi bagian dari masalah,”tegasnya.